Pasuruan, MotimNews. Puluhan warga Desa Winongankidul Kecamatan Winongan, Rabu (21/2), kembali memblokir jalan desa setempat. Warga kesal banyak armada tambang beroperasi beratnya di luar batas ambang batas angkut sehingga memperparah kerusakan jalan.
Kepala Desa Winongan Kidul, Husin mengatakan, aksi warganya menutup jalan kembali ditempuh karena armada angkutan tambang diduga penyebab rusaknya jalan.
Menurut Husin, warga dan pihak Pemerintah serta pihak penambang pernah bersepakat bahwa semua kendaraan pengangkut material tambang harus mengurangi jumlah tonase sekaligus ikut serta merawat jalan,csedangkan dari pemerintah sendiri akan segera memperbaiki jalan, namun mulai tahun 2016 sampai dengan sekarang belum juga terealisasi terutama janji pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Udin, warga lainnya menambahkan, kondisi jalan terutama dari Desa Lebak hingga depan Pukesmas Winongan Desa Winongankidul mengalami kerusakan sangat parah.
Menurutnya, penyebab utama kerusakan adalah lalu lalang kendaraan pengangkut batu tambang dengan bobot muatan sembilan hingga 12 ton yang melintas setiap hari. Udin menegaskan, selain soal cedera janji jam operasi, alasan utama warga menutup akses bagi kendaraan tambang adalah kondisi jalan desa yang rusak parah.
Sementara itu, seorang sopir truk tambang yang enggan disebut namanya mengakui, tuntutan yang dilancarkan warga merupakan suatu hal yang wajar.
Sebagai sopir, ia merasakan bahwa penyebab kerusakan jalan adalah truk tambang yang setiap hari melintas. Namun dia membantah kalau hanya kendaraan dari tambang saja yang beroperasi.
Warga mengancam akan mengadakan aksi susulan jika tidak mengindahkan tuntutan mereka, yakni memastikan perbaikan harus segera terealisasi tahun ini dan tidak adanya armada angkutan tambang yang masih beroperasi lebih dari tonase yang ditentukan.
Warga menilai, pada saat musim penghujan kondisi jalan menjadi becek dan licin. Sementara pada musim kemarau debu akibat lalu lalang truk tambang cukup tebal, sementara air yang disiramkan tidak cukup meredam pekatnya debu jalan.(ko/sk)

0 komentar: