Kamis, 22 Februari 2018

Rudy Keltjes Kaget Peserta Seleksi Persid Membeludak

SHARE
Jember, MotimNews. Lebih-kurang 170 orang pesepakbola antusias mengikuti seleksi pemain untuk memperkuat klub Persid di Stadion Jember Sport Garden, Senin (19/2). Seleksi dilakukan sendiri oleh legenda Persebaya dan Niac Mitra Surabaya, Rudi William Keltjes.

Secara bergiliran, para pemain yang hadir diseleksi dengan cara memainkan gim atau pertandingan. Seleksi juga dimeriahkan oleh tabuhan genderang dan nyanyian puluhan suporter Berni (Jember Brani) di tribun VIP.

Keltjes pun tegas terhadap pemain yang dinilainya tidak berdisiplin. "Tadi ada pemain yang ikut seleksi disuruh keluar lapangan, karena pakai sepatu futsal bukan sepatu sepak bola," kata Satrio, salah satu ofisial.

Manajer Persid Mirza Rahmulyono tidak mengira peserta seleksi membludak. Mulanya ia berharap satu klub anggota internal Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember mengirimkan tiga sampai lima pemain. "Ternyata kok membludak. Saya kaget juga," katanya.

"Kok banyak, Mir," sahut Keltjes, yang juga ikut kaget.
"Tidak tahu, Om," kata Mirza.

Hari ini adalah hari pertama seleksi. Rencananya, seleksi berjalan tiga sampai lima hari. Mirza memberikan kesempatan kepada pemain-pemain yang memperkuat Persid musim lalu untuk ikut seleksi. "Tadi kapten Persid musim lalu Iwan Sampurno minta izin tidak ikut seleksi hari ini karena ada acara keluarga. Besok dia ikut," katanya.

"Semua keputusan seleksi saya serahkan ke pelatih Rudy. Pokoknya seleksi sampai terbentuk kerangka tim," kata Mirza. Namun dia berharap pemain yang ikut seleksi hari-hari berikutnya adalah benar-benar pemain yang sudah terpilih oleh klub internal agar seleksi bisa berjalan efektif.

Namun Keltjes masih belum puas. Ia menilai belum ada pemain yang sesuai dengan kerangka tim Persid untuk menghadapi kompetisi Liga 3. "Seleksi ini alami saja, mereka (para peserta seleksi) di bagi dua tim, lalu kami melihat kemampuan individu mereka," katanya.

Seleksi diikuti kurang lebih 170 orang pemain yang akan dilakukan setidaknya hingga Jumat (23/2) mendatang. Namun Keltjes melihat, kemampuan individu sejumlah pemain yang mengikuti seleksi tersebut masih di bawah standar yang dipatoknya. "Bukan anak ini tidak bisa, tapi butuh waktu lama untuk (menyesuaikan diri menghadapi) kompetisi," katanya.

Keltjes melihat tak lebih dari 20 persen yang memenuhi standar. "Saya tidak terlalu ketat," katanya.
"Saya hanya membantu seleksi. Seleksi ini kan ada kriterianya. Siapapun pelatihnya, itu (harus memenuhi) kriteria nasional," kata Keltjes.

Keltjes mengingatkan masa persiapan Persid sangat mepet dengan jadwal awal bergulirnya kompetisi. "Ini masih menyeleksi pemain, membentuk fisik, taktik strategi, kerja sama. Satu bulan tidak cukup. Teknik dasar mereka rata-rata masih kurang, masih di bawah. Hanya ada satu dua pemain (yang bagus). Tapi bagaimana dengan psikisnya, mentalnya? Divisi 2 dan 3 tidak ada bedanya, diisi pemain-pemain yang berpengalaman. Kalau anak-anak ini dasar skill individu kurang bagus, bagaimana?" katanya.

Menurut mantan pelatih Persepam Madura United ini mengatakan, sebenarnya seleksi pemain tidak hanya menyangkut soal teknis, tapi juga standar fisik. "Tapi waktunya ini tidak banyak. Paling tidak sampai Jumatlah. Kita harus jujur, anak-anak ini jauh-jauh datang. Kami betul-betul kasih kesempatan yang baik. Sekarang tidak terpilih, mungkin dua tahun lagi dia bisa jadi bintang," kata Keltjes. [ryz]


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: