Rabu, 14 Februari 2018

Destinasi Wisata Sumbang PAD Rp 20 Miliar

SHARE

Jember, Motim. Tercatat ada 83 destinasi wisata aktif di Kabupaten Jember, yang imbasnya menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 20 miliar. Padahal pada kisaran tahun 2012 hingga 2013, Kabupaten Jember hanya memiliki 30 destinasi wisata andalan.
Informasi itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (KaDisparbud) Kabupaten Jember Arief Tjahjono kepada sejumlah wartawan, kemarin.
Ia menjelaskan, dengan bertambahnya destinasi wisata baru, dan berbenahnya destinasi wisata lama untuk lebih update dengan situasi dan kondisi sekarang. Pihaknya yakin, PAD yang diperoleh Kabupaten Jember mendatang akan lebih meningkat.
“Sampai hari ini (kemarin, red) kita punya 83 destinasi wisata yang aktif! Tentunya berimbas pada tingkat kunjungan (wisata ke Jember),” ujar Arief.
Arief menjelaskan, pada tahun 2012 sesuai data yang dihimpun oleh Disparbud Jember, kunjungan wisata ke Jember sekitar 700 ribuan pengunjung per tahun. “Pada tahun 2016 (meningkat), 1,4 juta (pengunjung). Tahun 2017 kemarin, sekitar 2,3 juta pengunjung. Hampir 30 persen tingkat kenaikannya. Sehingga 2018 diharapkan bisa lebih meningkat 2,5 juta lebih,” ungkapnya.
Tentu saja diharapakan, lanjutnya, dengan tingkat kunjungan yang meningkat tersebut, dapat menambah sumbangan PAD bagi Kabupaten Jember. “Jika pada tahun 2012 sekitar Rp 8 miliar. Tahun 2016 meningkat dua kali lipat Rp 16 miliar. Tahun 2017 malah sudah mencapai Rp 20 miliar. Ini baru dari sektor pariwisata,” tegasnya. Itu dari pajak hotel dan restoran, juga dari retribusi lain-lainnya.
Sehingga diharapkan dengan meningkatnya sektor pariwisata tersebut, katanya, diharapkan sumber daya yang ada di Disparbud Jember juga lebih ditingkatkan. “Karena pernah kami alami, sumber daya kami kurang terkait persiapan mendampingi Pokdarwis. Kemudian juga ditambah terkait promosi. Agar kinerja yang kita lakukan lebih optimal, mungkin sumber dayanya bisa ditambah,” ungkapnya.
“Karena promosi wisata sangat perlu dilakukan dan harus efektif untuk dilakukan (jika ada penambahan sumber daya),” sambungnya.
Lebih jauh Arief menyampaikan, untuk lebih meningkatkan potensi wisata tersebut, pihaknya sebagai pihak pemerintah menerapkan 3 prinsip dalam meningkatkan potensi wisata tersebut.
“Pemerintah dalam hal ini menerapkan 3 prinsip, yakni Fungsi pembinaan, Fungsi fasilitasi, dan Fungsi Promosi. Itu yang kita lakukan, dan cukup untuk meningkatkan potensi wisata. Promosinya lewat medsos dan media, juga foto tentu saja,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, sinergi dengan kumpulan komunitas yang ada di Jember juga dapat menjadi pengembangan potensi wisata di Kabupaten Jember. Salah satu manfaat yang dihasilkan dari sinergi tersebut, masyarakat dapat belajar tentang arti ataupun maksud dari suatu komunitas tersebut.
“Kita punya kalender wisata, dan pada bulan Fabruari ini kosong (kegiatan wisata). Sehingga kami komunitas ini (bersinergi bersama) bagaimana membuat Jember ini semakin ramai, dengan mengadakan acara. Untuk ke depannya, kami akan rutin untuk melakukan kegiatan wisata, agar Jember ini semakin ramai,” ujar Owner Taman Botani Sukorambi Febrian Kahar, kemarin.
“Dimungkinkan nantinya akan bergantian di lokasi destinasi wisata yang lain dan berbeda-beda. Sehingga sinergitas ini akan dapat merata dan berjalan dengan baik. Kegiatan wisata juga tidak hanya dilakukan pada bulan Agustus seperti sebelum-sebelumnya, tetapi bisa selalu ramai setiap bulannya,” sambungnya.
Perlu diketahui, wisata Taman Botani Sukorambi Jember setiap harinya selalu dikunjungi oleh banyak wisatawan. Baik wisatawan lokal ataupun dari luar Jember. Bahkan dalam waktu sehari, pengunjung yang datang bisa mencapai 7 ribu orang. “Artinya potensi wisata di Jember sangat berpotensi. Terlebih lagi kita sepakat, wisata di Jember adalah Community Base Tourism (pariwisata berbasis komunitas, red) dan itu yang akan dikembangkan,” tuturnya. (cw2)


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: