Jember, Motim. Tercatat
ada 83 destinasi wisata aktif di Kabupaten Jember, yang imbasnya menyumbang
pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 20 miliar. Padahal pada kisaran tahun
2012 hingga 2013, Kabupaten Jember hanya memiliki 30 destinasi wisata andalan.
Informasi
itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
(KaDisparbud) Kabupaten Jember Arief Tjahjono kepada sejumlah wartawan,
kemarin.
Ia
menjelaskan, dengan bertambahnya destinasi wisata baru, dan berbenahnya
destinasi wisata lama untuk lebih update dengan situasi dan kondisi sekarang.
Pihaknya yakin, PAD yang diperoleh Kabupaten Jember mendatang akan lebih
meningkat.
“Sampai
hari ini (kemarin, red) kita punya 83 destinasi wisata yang aktif! Tentunya
berimbas pada tingkat kunjungan (wisata ke Jember),” ujar Arief.
Arief
menjelaskan, pada tahun 2012 sesuai data yang dihimpun oleh Disparbud Jember,
kunjungan wisata ke Jember sekitar 700 ribuan pengunjung per tahun. “Pada tahun
2016 (meningkat), 1,4 juta (pengunjung). Tahun 2017 kemarin, sekitar 2,3 juta
pengunjung. Hampir 30 persen tingkat kenaikannya. Sehingga 2018 diharapkan bisa
lebih meningkat 2,5 juta lebih,” ungkapnya.
Tentu
saja diharapakan, lanjutnya, dengan tingkat kunjungan yang meningkat tersebut, dapat
menambah sumbangan PAD bagi Kabupaten Jember. “Jika pada tahun 2012 sekitar Rp
8 miliar. Tahun 2016 meningkat dua kali lipat Rp 16 miliar. Tahun 2017 malah
sudah mencapai Rp 20 miliar. Ini baru dari sektor pariwisata,” tegasnya. Itu
dari pajak hotel dan restoran, juga dari retribusi lain-lainnya.
Sehingga
diharapkan dengan meningkatnya sektor pariwisata tersebut, katanya, diharapkan
sumber daya yang ada di Disparbud Jember juga lebih ditingkatkan. “Karena
pernah kami alami, sumber daya kami kurang terkait persiapan mendampingi
Pokdarwis. Kemudian juga ditambah terkait promosi. Agar kinerja yang kita
lakukan lebih optimal, mungkin sumber dayanya bisa ditambah,” ungkapnya.
“Karena
promosi wisata sangat perlu dilakukan dan harus efektif untuk dilakukan (jika
ada penambahan sumber daya),” sambungnya.
Lebih
jauh Arief menyampaikan, untuk lebih meningkatkan potensi wisata tersebut,
pihaknya sebagai pihak pemerintah menerapkan 3 prinsip dalam meningkatkan potensi
wisata tersebut.
“Pemerintah
dalam hal ini menerapkan 3 prinsip, yakni Fungsi pembinaan, Fungsi fasilitasi,
dan Fungsi Promosi. Itu yang kita lakukan, dan cukup untuk meningkatkan potensi
wisata. Promosinya lewat medsos dan media, juga foto tentu saja,” tandasnya.
Sebelumnya
diberitakan, sinergi
dengan kumpulan komunitas yang ada di Jember juga dapat menjadi pengembangan
potensi wisata di Kabupaten Jember. Salah satu manfaat yang dihasilkan dari
sinergi tersebut, masyarakat dapat belajar tentang arti ataupun maksud dari
suatu komunitas tersebut.
“Kita punya kalender wisata, dan pada
bulan Fabruari ini kosong (kegiatan wisata). Sehingga kami komunitas ini
(bersinergi bersama) bagaimana membuat Jember ini semakin ramai, dengan
mengadakan acara. Untuk ke depannya, kami akan rutin untuk melakukan kegiatan
wisata, agar Jember ini semakin ramai,” ujar Owner Taman Botani Sukorambi
Febrian Kahar, kemarin.
“Dimungkinkan nantinya akan bergantian
di lokasi destinasi wisata yang lain dan berbeda-beda. Sehingga sinergitas ini
akan dapat merata dan berjalan dengan baik. Kegiatan wisata juga tidak hanya
dilakukan pada bulan Agustus seperti sebelum-sebelumnya, tetapi bisa selalu
ramai setiap bulannya,” sambungnya.
Perlu diketahui, wisata Taman Botani
Sukorambi Jember setiap harinya selalu dikunjungi oleh banyak wisatawan. Baik
wisatawan lokal ataupun dari luar Jember. Bahkan dalam waktu sehari, pengunjung
yang datang bisa mencapai 7 ribu orang. “Artinya potensi wisata di Jember sangat
berpotensi. Terlebih lagi kita sepakat, wisata di Jember adalah Community Base
Tourism (pariwisata berbasis komunitas, red) dan itu yang akan dikembangkan,” tuturnya.
(cw2)
0 komentar: