Selasa, 02 Januari 2018

Bupati Resmikan Kampung Kopi Pelita

SHARE
memberi bantuan secara simbolis, ngopi bareng, launching dimulai, Tumbuk dan Sangrai Kopi

Bondowoso - Ribuan warga memadati jalan Pelita menyambut datangnya tahun baru 2018, Minggu (31/12) malam. Sembari menunggu datangnya tahun baru, mereka menikmati cita rasa kopi Arabika dan kopi Robusta Ijen Raung Bondowoso secara gratis, dalam acara launching atau peresmian kampung kopi Pelita oleh bupati Drs. H. Amin Said Husni, di jalan Pelita Kelurahan Tamansari, Kecamatan Kota Kabupaten Bondowoso.

Peresmian dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yakni; H. Ahmad Dhafir ketua DPRD Bondowoso, Drs. H. Hidayat M.Si Sekretaris Daerah, Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi SIK, Kodim 0822 Letkol Inf Tarmudji S,Ag, H. Munandar Kadis Pertanian dan Perikanan, Drs. H. Karna Suswandi Kadis PUPR, H. Bambang Sukwanto Kadis Koperindag dan Hj. Haeriyah Yuliati Kadis Kominfo S.Sos MM.

Ketua paguyuban kampung kopi pelita Heru Sukamto menuturkan, terbentuknya kampung Kopi di jalan Pelita tak lain adalah kemauan serta kesadaran dari seluruh masyarakat jalan Pelita.

“Semua ini terinspirasi dari apa yang telah diikrarkan oleh bupati yakni Bondowoso Repulik Kopi (BRK). Maka dari itu kami dan seluruh warga jalan Pelita turut berpartisipasi untuk memantapkan BRK. Kami sampaikan terima kasih sehingga dengan adanya kampung kopi warga kami dari pemuda hingga pelaku usaha menjadi semangat,” katanya.

Lanjut Heru, hal ini juga tak lepas dari dorongan Drs. H. Hidayat untuk menciptakan kampung kopi ini lebih baik dan lebih maju yang sebelumnya melaksanakan diskusi pada Desember 2017 bersama masyarakat Jalan Pelita.

“Kami butuh dorongan dan bimbingan juga nasehat agar kedepannya kampung kopi pelita lebih semangat dan lebih berkembang. Sehingga jalan Pelita menjadi icon distinasi wisata kopi, kuliner dan busana yang mempunyai ciri khas tersendiri agar lebih dikenal oleh seluruh daerah Nusantara,” tandasnya.



Harapannya, kampung kopi Pelita dapat memberikan dampak yang positif untuk meningkatkan perekonomian dan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bondowoso. Sehingga penyajian produk semakin berkualitas terutama pada Sumber Daya Manusia (SDM).

Bupati Bondowoso Drs. H. Amin Said Husni, sangat mengapresiasi atas inisiatif masyarakat kampung kopi jalan Pelita yang berangkat dari bawah untuk mengembangkan cita rasa kopi Ijen Raung Bondowoso kepada Nusantara.

“Saya yakin jalan Pelita ini menjadi berkembang dan menjadi tujuan wisata utama di Kabupaten Bondowoso. Saya juga minta kepada Kadis Pariwisata dan Olahraga agar tempat ini menjadi salah satu bagian dari sititur. Sehingga para tamu-tamu wisatawan sebelum menikmati objek wisata yang lain terlebih dahulu dapat berkunjung di kampung kopi pelita,” pintanya.

Selain itu, dia juga meminta kepada Drs. H. Karna Suswandi Kadis PUPR, agar memperhatikan pelebaran jalan Pelita untuk kenyamanan masyarakat dan para wisatawan yang hadir di jalan Pelita.



Menurutnya, momentum sudah sangat tepat dengan geliat masyarakat yang berinisiatif menciptakan kampung kopi pelita pada saat Bondowoso lagi gencar-gencarnya mempromosikan salah satu produk unggulan yakni kopi Arabika dan Robusta.

“Saya sangat bangga kepada warga jalan pelita, bukan karena didorong-dorong atau disuruh oleh pemerintah untuk menciptakan kampung kopi ini, melainkan atas inisiatif dari warga sendiri. Akhirnya dalam waktu yang singkat perkembangannya sangat pesat,” ucapnya terenyuh.

Amin menambahkan, terbukti pada awal yang hanya sembilan cafe dan kedai kopi saat ini sudah bertambah menjadi 27. Perkembangan kampung kopi pelita sangat luar biasa yang tak lepas dari semangat serta kemauan dari masyarakatnya dan ini menjadi contoh bagi daerah yang lain khususnya daerah Bondowoso.

  “Kalau didaerah lain banyak tempat-tempat dijadikan sebagai tempat tujuan yakni; Jogja mempunyai Malioboro, Bali mempunyai Kuta yang akhirnya menjadi jujukan para tamu wisatawan, saya yakin di jalan Pelita akan menjadi Malioboro dan Kuta-nya Bondowoso,”

Bupati Amin berharap, ke depannya dapat dikembangkan lagi melalui kreativitas dan inovasi baru. Karena yang membedakan kampung kopi dengan yang lainnya adalah kreativitas yang dapat memanfaatkan lingkungan menjadi sesuatu yang mempunyai nilai tambah yang menjadikan penggerak perekonomian masyarakat.

“Di penghujung tahun 2017 ini saya sangat bangga sekali, saya ikut menjadi bagian serta menyaksikan diresmikannya jalan pelita ini menjadi kampung kopi Pelita. Dan diujung kepemimpinan saya ternyata kopi telah berkembang tidak hanya dihulu tapi sudah berkembang sedemikian rupa sampai dihilir dengan kedai-kedai yang tumbuh menjamur,” pungkasnya

Acara selanjutnya secara simbolis bupati Bondowoso memberikan bantuan kepada warga setempat berupa mesin selep kopi, gerobak minuman, manual browing, gerobak nasi goreng serta gerobak mie ayam. (cw3)


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: