Tulungagung, Motim. Untuk mencegah meluasnya penyebaran wabah difteri, Dinas Kesehatan Tulungagung melakukan imunisasi di seluruh kecamatan. Awalnya hanya empat kecamatan yang dilakukan imunisasi ulang, yaitu kecamatan Ngunut, Rejotangan, Sumbergempol dan Karangrejo.
“Imunisasi ulang dilakukan untuk memutus rantai penularan difteri,” ujar Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Menular, Ana Saripah beberapa waktu lalu.
Sesuai koordinasi dengan tim penanggulangan KLB yang ada di kabupaten dan provinsi diputuskan hasilnya untuk melakukan outbreak response immunization (ORI) atau penanggulangan penyakit difteri dengan imunisasi ulang dengan sasaran anak usia 1-19 tahun. “Tiap anak akan mendapatkan 3 kali imunisasi,” imbuhnya.
Seperti di Desa Gedangsewu Kecamatan Boyolangu kemarin (Kamis,8/2) ratusan balita mendapatkan imunisasi ulang difteri oleh Dinkes Tulungagung. Menurut bidan desa setempat, Mesirah, kegiatan ini merupakan perintah dari Dinas Kesehatan setempat.
“Ada sekitar 223 anak yang hari ini menjalani imunisasi ulang difteri secara serentak di Desa Gedangsewu,” ujar Mesirah.
Sementara itu, ketua tim penggerak PKK desa setempat, Sulastri, mengundang seluruh anak balita yang ada di desanya untuk mengikuti imunisasi ulang difteri. Termasuk juga anak dari keluarga yang kos di desanya. “Semua kita undang termasuk anak balita dari keluarga yang kos di Desa Gedangsewu,” ujar istri Kepala Desa Gedangsewu itu.
Ada peristiwa menarik dalam imunisasi ini. Seluruh balita yang diimunisasi ulang ketakutan saat melihat jarum suntik untuk imunisasi. Banyak dari mereka langsung menangis saat disuntik. Meski demikian secara keseluruhan acara berjalan lancar.(sutarto/agus)

0 komentar: