Minggu, 11 Februari 2018

Belasan Tahanan Khatamkan Al Quran

SHARE
Sidoarjo, Motim. Ibadah dapat dilakukan siapapun. Tidak terkecuali para tahanan yang kini mendekam di sel Mapolresta Sidoarjo. Buktinya, 16 tahanan dapat mengkhatamkan Alquran dalam kurun waktu enam hari.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji mengatakan, pihaknya sengaja ingin melaksanakan program tersebut. Dia ingin memfasilitasi hak setiap orang untuk tetap beribadah. Meskipun, kemerdekaan mereka harus dibatasi karena telah melakukan tindak pidana. “Nama kegiatannya 120 jam ngaji bersama tahanan,” jelasnya kemarin (10/2).

Dalam kegiatan yang berlangsung sejak Senin (5/2) itu, tercatat 16 tahanan yang memberikan kontribusi. Mereka secara sukarela mendaftarkan diri kepada Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sattahti) Polresta Sidoarjo. 
“Mengaji bergiliran secara terus-menerus,” kata lulusan Akpol 1995 itu.

Kasattahti Polresta Sidoarjo Iptu Darmadi mengapresiasi peserta kegiatan. Walaupun berstatus tahanan, mereka tidak melupakan cara mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. 

“Bisa jadi ajang introspeksi agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan saat ini,” terangnya.

Darmadi mengaku, program tersebut juga membuat suasana di dalam sel nyaman. Jika biasanya yang terdengar adalah ocehan para tahanan, kondisi itu langsung hilang saat pengajian berlangsung. 

“Mungkin yang lain juga sungkan dan memilih mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran,” ucap polisi dengan dua balok di pundak tersebut.

Dalam kesempatan itu, setiap tahanan diberi kesempatan untuk membaca Alquran setengah jam. Nah, bacaan Alquran itu kemudian dilanjutkan oleh peserta lain. Mereka selalu didampingi petugas piket yang sedang berjaga.

 “Mulai pagi sampai pagi nyambung terus,” ungkapnya.

Beberapa tahanan, kata dia, sangat antusias.  Mereka terkadang minta durasi mengajinya ditambah. Dalihnya proses mengaji membuat pikiran mereka tenang. 

“Mau melarang juga tidak enak karena ibadah, tetapi kami tekankan agar tidak sampai kelelahan agar tidak sakit,” ujarnya.

Ahmad Sidik, salah satu peserta khataman Al Quran mengaku senang dengan program tersebut. Menurut dia, ibadah yang dilakukan tidak hanya berguna bagi yang membaca. Faedahnya juga akan dirasakan tahanan lain yang ikut mendengarkan lantunan ayat suci. 

“Di ceramah-ceramah sering dijelaskan bahwa manfaat membaca Alquran itu luar biasa,” katanya. (ags/jum)



SHARE

Author: verified_user

0 komentar: