Selasa, 06 Februari 2018

Alami Penuruan Tanah Hingga 30 Cm • BPBD Cek Retakan yang Mengancam 10 Rumah Warga

SHARE
Jember, Motim. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember bersama dengan jajaran Muspika Kecamatan Sumberbaru melakukan pengecekan retakan tanah (tanah bergeser) yang dikhawatirkan akan merusak 10 rumah di wilayah Dusun Poreng, Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru. 
Diketahui retakan tanah tersebut tepat di tengah rumah warga, dan sebanyak 10 rumah mengalami lebar retakan sebesar 0,5 sampai dengan 3 sentimeter, dengan panjang 70 meter.
“Sepuluh rumah itu sudah mengalami penurunan tanah sebanyak 10 sampai 30 cm. Jika sampai turun hujan deras, dan pada sisi utara diketahui ada retakan tanah itu. Dikhawatirkan akan terjadi longsor, jika retakan tanah itu kemasukan air,” ujar Kapolsek Sumberbaru AKP Subagio, Selasa (6/2).
Sehingga sebagai langkah antisipasi, lanjutnya, warga yang rumahnya rawan terjadi longsor, telah memindahkan harta bendanya ke sisi bagian rumah yang aman. “Dengan kondisi yang ada, sebenarnya (10 warga yang menempati rumah rawan longsor itu), harus pindah dari rumahnya. Namun kami hanya menghimbau agar warga tetap waspada jika terjadi hujan,” tuturnya.
Diketahui dari retakan tanah itu, warga yang menempati rumah yang rawan terjadi longsor diminta untuk lebih waspada. Karena dengan kondisi retakan tanah yang mengkhawatirkan tersebut, musibah tanah longsor bisa kapan saja terjadi.
Sementara itu saat dihubungi melalui telepon selulernya, Plt Kepala BPBD Jember Widi Prasetyo menyampaikan, karena memang rumah warga sudah sangat berbahaya untuk ditempati, maka warga yang menempati rumah rawan longsor tersebut diminta untuk pindah sementara.
“Musim hujan ini kan susah diprediksi dan deras, sehingga kita sarankan untuk mengosongkan rumah, dan untuk sementara pindah kerumah saudara-saudaranya. Saran itu dilaksanakan, dan warga legowo untuk pindah,” ujar Widi.
Kemudian langkah antisipasi kedua, lanjutnya, pihaknya juga sudah menutup retakan tanah dengan terpal, dan membuat saluran air agar meminimalisir terjadinya longsor.  “Sehingga mencegah resapan tanah, dan tidak semakin membuat retkan tanah semakinlebar. Namun selain itu, kita tidak lupa juga memberikan edukasi agar, masyarakat tanggap akan bencana, dan mengambil tindakan yang benar jika terjadi bencana, “ tuturnya. (sp)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: