Sabtu, 20 Januari 2018

Terseret Arus Sungai Usai Cari Singkong

SHARE


Jember, Motim
Seorang santri Ahmad Mukhtar (16) asal Kabupaten Cilacap, Jawa Barat, yang sedang mondok di Pondok Pesantren Al-Konah Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, terseret arus Sungai Ketangi atau Sungai Jlutak. Dia terseret arus ketika menyeberang sungai bersama lima temannya.

"Hilangnya seorang santri Ponpes Al-Konah Asal Cilacap di sungai Ketangi atau Jlutak, saat sedang menyeberang sungai bersama lima temannya, Kamis (18/1) sekitar pukul 16.00WIB. Sampai saat ini masih dalam proses pencarian,” kata teman  satu pondok korban, Safi’in (18),  asal Kebumen, Jawa Tengah, saat ditemui Memo Timur di PonPes Al-Konah, Jum’at (19/1).

Menurut Safi’in, korban saat itu hendak kembali ke PonPes yang di Asuh oleh Kiai Tarom usai mencari singkong. Dia bersama lima temannya, yakni Muli (21), Nurul mustofa (16), Muh.Sahrul Umam (19), Afrenda (17) dan Safi’in (18) semuanya berasal dari lampung dan Jawa Tengah. Setelah usai mencari singkong bersama temannya di lahan petani di seberang sungai, pada saat menyeberang sungai itu kemudian korban terseret arus. Beberapa temannya sempat menolong, tetapi tidak berhasil.

“Kami semua saat itu sudah hendak kembali ke PonPes, pada saat mau menyeberang korban turun dulu ke sungai. Setelah menyeberang sungai tiba-tiba korban terseret air sungai yang saat itu besar. Kamipun hendak menolong dengan teman yang lain, bahkan sempat ada teman yang lompat ke sungaiuntuk menolong korban. Tetapi malah ikut terseret sungai juga, kami juga menolong semuanya. Satu berhasil diselamatkan, sedangkan teman satunya tidak berhasil,” Jelas Safi’in.

Dia menuturkan, salah satu teman korban, Nurul Mustofa melaporkan kejadian tersebut ke salah satu santri Yasin di PonPesnya. “Kemudian salah satu teman kami memberitahukan kejadian ini ke salah satu santri yang ada di Ponpes, kemudian teman pondok banyak yang kesini ikut mencari bersama warga, ” tuturnya.

Dantim Basarnas Jember Prahista saat dikonfrimasi Memo Timur, usai melakukan pencarian, Jum’at (19/1) sekitar pukul 17.00WIB mengatakan, proses pencarian dilakukan dibantu dari Polsek, Koramil, Forkam Kecamatan wuluhan, bersama warga sekitar. Pihaknya sudah menyusuri sungai dari titik awal hilangnya korban, hingga ke sungai hilir. Namun hasilnya masih nihil, dan akan dilanjutkan hari ini. “Untuk pencarian masih nihil, akan kami lanjutkan besok pagi (pagi ini, red),” tegasnya. (*)


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: