Jember, Motim
Pengasuh Pondok Pesantren As Shiddiqi Putri Talangsari Kiai Haji Ayyub Syaiful Rizal mendatangi kantor Wakil Bupati (Wabup) Jember Abdul Muqit Arief, Selasa siang (9/1). Kedatangan kiai yang akrab dipanggil Gus Syef itu, bertujuan untuk meminta klarifikasi perihal banyaknya persoalan yang terjadi di Kabupaten Jember.
Kepada Memo Timur Gus Syef menyampaikan, dirinya sengaja datang menemui Wabup Muqiet untuk menagih janji dan meminta klarifikasi terkait persoalan-persoalan yang terjadi di Kabupaten Jember.
“Apa yang saya lakukan ini (dengan mendatangi wabup), bertujuan untuk klarifikasi persoalan yang ada di Jember. Sebab dengan begitu banyaknya pertanyaan yang datang ke saya, Ya apa gus? Ya apa gus? Apa mau dibiarkan ini? Nah hari ini (kemarin, red) saya mau klarifikasi,” jelas Gus Syef saat ditemui di depan ruangan Wabup Muqit.
Ia menjelaskan, maksud klarifikasi terkait persoalan di Jember tersebut, sengaja dilakukan dengan menemui wabup secara langsung. Karena sejumlah persoalan yang ada, katanya, merupakan wilayah tanggung jawab dari wabup.
“Banyak hal yang mau saya klarifikasikan melalui Muqit. Tidak kepada Faida (Bupati Jember). Karena saya punya janji tidak tertulis (komitmen), dengan Kiai Muqit. Karena Faida mengatakan, job (wilayah, red) pondok pesantren, pendidikan, dan agama itu, adalah wilayahnya Kiai Muqit,” jelasnya.
Sebab dengan meminta klarifikasi secara langsung, lanjutnya, merupakan bentuk tanggung jawab yang dilakukan dirinya kepada konstituen dan masyarakat yang dulu pernah mendukung pasangan Faida-Muqit pada saat pilkada.
“Karena pada saat dulu pasangan Bupati dan Wakil Bupati Faida-Muqit berangkat ke KPU itu (mencalonkan diri dalam pilkada), dari rumah saya. Mau tidak mau saya punya tanggung jawab moral kepada konstituen, kepada santri saya, dan kepada teman-teman saya,” jelasnya.
“Meskipun hal itu, entah apakah dianggap 1 persen oleh Faida,” sambungnya. Sehingga dalam pertemuan dengan wabup tersebut, lanjutnya, Gus Syef menyampaikan sejumlah catatan yang berisi tentang realisasi 22 janji kerja dari Bupati Faida.
“Banyak hal yang saya sampaikan, ada 22 catatan versus 22 janji! Dimana puluhan catatan itu, merupakan hal-hal yang kontroversi dilakukan oleh Faida,” ungkapnya. Sehingga diharapkan olehnya, dengan disampaikan kepada wabup, bisa disampaikan kepada bupati untuk mendapatkan tindak lanjut.
Sementara itu Wabup Jember Abdul Muqit Arief usai menemui Gus Syef, enggan untuk berkomentar dengan alasan sedang melanjutkan pertemuan dan melakukan rapat dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). “Sebentar saya masih melanjutkan pertemuan dan rapat,” tukasnya. (cw2)
0 komentar: