Selasa, 02 Januari 2018

Perempuan Zaman Now harus Mandiri dan Berdikari

SHARE


Lamongan - Peran perempuan dalam menghadapi tantangan pada masa sekarang maupun mendatang layak untuk diperhitungkan. Dengan berdikari dalam berkarya, perempuan akan mudah berperan di tengah masyarakat.

Pentingnya perempuan harus mandiri itu disampaikan oleh dua narasumber dalam seminar "Perempuan Zaman Now" yakni, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sri Wahyuni Sutarto dan Santripreneur Lamongan Biyati Ahwarumi. 

“Mandiri dalam semua hal, sehingga kalau ada apa-apa tidak tergantung sama suaminya,” ucap Sri Wahyuni, dalam seminar yang digelar Lembaga Konseling Pelajar “Melati” Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Lamongan ini. 

Namun, ia menekankan, kemandirian tentunya dengan cara yang bermartabat, alias tidak menghalalkam segala cara untuk menunjang finansial ditengah perubahan global.  “Banyak, yang tidak bisa menjaga martabat, mandiri yang bermartabat, landasannya Islam, berperilaku, berpakaian dan semuanya,” tutur Sri Wahyuni. 



Lebih lanjut, Wahyuni menjelaskan, di era globalisasi ini, perempuan yang juga ibu memiliki tugas yang lebih kompleks dibandingkan dengan perempuan era lampau. 

“Orang tua harus mengikuti zaman now, tiap hari mengawasi mereka (anak-anak). Dulu ada PKK, PKK dulu hanya bagaimana rumah keluarga yang baik, kesehatan yang baik, rumah yang sehat, tapi kalau sekarang, bagaimana mendidik anak-anak di tengah globalisasi,” kata Wahyuni. 

Ungkapan senada juga disampaikan Biyati Ahwarumi. Sosok perempuan harus memiliki cara pandang dalam menggapai tujuan hidupnya. “Kita wanita mulia, bermartabat, bukan hanya sebatas menjalani hidup, punya tujuan hidup, kita harus menyejahterakan masyarakat, berbuat lebih untuk keluarga, desa, dan negara kita,” ujarnya.

Biyati lalu mencontohkan, apabila seorang perempuan yang berprofesi sebagai guru, maka bukan hanya sebatas menjalankan tugas profesinya sebagai guru saja. “Harus bisa menjadi guru yang baik, mereka bisa mempengaruhi masyarakat sekitar dari perannya. Selalu mencoba buat sesuatu yang mulia, mainsite berfikir kita harus bisa,” ucapnya.

Nah, agar mereka memahami peran pentingnya perempuan, maka perlu diberikan pembekalan untuk membuka cara pandang mereka. “Jadi orang bisa ngerti pentingnya. Lebih dikuatkan lagi peran perempuan,” tuturnya. 

Lebih jauh, Bety lantas menjelaskan, bagaimana perempuan bersikap dan berperanan di tengah perubahan sosial pada masa kungkungan globalisasi di zaman now ini.

“Perempuan jangan mudah terbawa arus, jadi kita harus punya pendirian. Kita umay Islam harus punya pendirian, tahu apa tujuan kita, jadi tidak gampang terpengaruh dengan dunia luar. Kita punya prinsip, punya martabat sebagai wanita, kita punya harga diri sebagai wanita yang kuat,” tuturnya.

Ketua IPPNU Lamongan Siti Munawaroh, berharap adanya seminar ini bisa semakin menjadi pembangkit motivasi para perempuan-perempuan muda. “Dengan pengalaman dan ilmu-ilmu tentang kewirausahaan dari pemateri, harapannya setelah ini, rekanita-rekanita di PAC IPPNU yang notabenenya mempunyai usaha seperti online shop dan sebagainya bisa membuat usaha yang sesuai dengan skillnya,” ujar Munawaroh. (ham)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: