Perajin Kalung Sapi Mampu Produksi 1 Kodi dalam Sehari
Banyuwangi - Perajin Klotok atau kalung sapi di Banyuwangi sangat jarang ditemui. Di Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring tepatnya di Dusun Cempokosari ternyata memilki perajin kalung sapi yang sangat jarang dijumpai. Dia adalah Sugeng Aantoso (26) pemuda asal dusun setempat yang bekerja ikut Saji Sutajianto (52) pengusaha kerajinan tersebut.
Dalam sehari Sugeng yang dibantu Sutaji ini mampu memproduksi 1 kodi dalam sehari. Kerajinan kalung sapi yang mereka buat ini berbahan kayu nangka dan klenceng atau alat bunyi yang dihasilkan dari kaling sapi.
Untuk membentuk kerajinan itu, Sugeng harus menyiaokan alat seperti tatah, palu, tang dan oeralatan lainnya. Dia dibekerja ikut Sutaji sehari mendapat ongkos Rp. 60 ribu. "Ya lumayan lah buat tambah penghasilan," terangnya.
Untuk membuatnya mula - mula kayu nangka itu dia potong kira - kira sejengkal orang dewasa dengan kelebaran 10 cm menyerupai persegi panjang. Kemudian bagian tengah dilubangi untuk tempat kelnceng. 1 buah klotok ini dijual seharaga 25 ribu.
Leding sektor pemasaran kerajinan ini hanya sebatas wilayah Banyuwangi, Saji, menjualnya di pasar hewan yang ada di kota Gandrung. "Kalau satu kodinya Rp 400 ribu. Hari Jumat di pasar hewan Glenmore, Senin di Pedotan dan Rabu di Rogojampi. Selain saya jual sendiri banyak pengepul ambil barang dari saya," terang Saji, kemarin.
Menurut Saji, kerajinan ini di Banyuwangi sangat jarang ditemui, usaha kerajinan ini ia tekuni sejak tahun 1990 lalu, "Setau saya hampir tidak ada. Yang ada ya cuma di sini. Alhamdulillah dari usaha yang saya kembangkan ini bisa memperkejakan setidaknya satu warga," paparnya.
Nampaknya, kerajinan ini mendapat respon dari pemerintah desa setempat. Usaha taji akan di masukan dalam daftar bantuan usaha program desa setempat. "Insya Allah dapat bantuan dari desa," terang Erwan, Sekertaris Desa Sarimulyo, kemarin. (yud)

0 komentar: