Pariwisata Dukung Berdirinya Hotel Baru
Jember, Motim
Perkembangan pariwisata dan pesatnya perkembangan Kabupaten Jember mendukung berdirinya hotel-hotel baru di Kabupaten Jember. Bahkan sebagai bentuk dukungan, pemerintah Kabupaten Jember mengembangkan 3A pariwisata pada tahun 2018 mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember Arief Tjahjono menyampaikan, Perkembangan Kabupaten Jember dalam sudut pandang pariwisata, kini banyak dilirik para pelaku hotel. Mulai dari hotel berskala local, hingga berskala nasional.
“Kecenderungannya lebih pada hotel-hotel berjaringan skala nasional yang terus melirik potensi perkembangan di Kabupaten Jember dalam sudut pandang pariwisata,” ujar Arief, Senin siang (8/1).
Sehingga, lanjut Arief, Kabupaten Jember dinilai memiliki potensi yang cukup baik. Sehingga para investor berlomba-lomba untuk melakukan investasi di Kabupaten Jember. Bahkan dalam waktu dekat ini, sebutnya, sejumlah hotel berjaringan berskala nasional dan internasional, akan buka di Kabupaten Jember.
“Untuk pastinya masih belum tahu, karena saya sebut (buka) pada tahun 2018, ternyata belum siap. Namun yang terlihat akan segera buka. Arya Duta Hotel di Lippo Plaza, sekarang sedang proses finishing. Miotel juga bersiap! Sementara untuk Santika, masih mencari lahan baru untuk membuka cabang hotelnya di Jember,” jelasnya.
Arief menjelaskan jika pasar hotel dan hunian di Jember memang cukup potensial. Dimana hotel ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Menurut data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jember, di tahun 2012 hanya ada sekitar 35 hotel dan hunian di seluruh Jember. “Tapi saat ini data kami sudah sebanyak 52 hunian,” jelasnya.
Bahkan, kini untuk hotel ini bukan hanya terpusat di kota saja, namun juga sejumlah kecamatan pun kini sudah memiliki hotel. Hal ini menunjukkan jika sektor pariwisata di Jember masih sangat potensial dan tumbuh serta banyak menarik minat wisatawan untuk datang dan menikmati wisata ke Jember.
Menurut Arief, hal ini tidak terlepas dari dari keseriusan pihaknya untuk mengembangkan 3A pariwisata. Yakni yang pertama adalah Atraksi. Ini berarti pertunjunkan atau daya tarik dan destinasi alias tujuan wisata di Jember. “Untuk atraksi atau destinasi ini di tahun 2012 hanya 30an. Tapi akhir tahun 2017 ini sudah sebanyak 86 kali dalam setahunnya,” terangnya. Sehingga ada peningkatan sebanyak 3 kali lipat.
Berbagai tujuan wisata ini bukan hanya alam, namun juga wisata alam dan pertunjukan yang makin banyak di Jember beberapa waktu terakhir. Termasuk sejumlah wisata yang diinisiasi oleh masyarakat Jember sendiri. Hal ini, diakui atau tidak, cukup mendongkrak wisata yang ada di Kabupaten Jember untuk terus maju.
Sedangkan A berikutnya yakni Amenity alias sarana prasarana penunjang pariwisata. “Hotel tadi masuk ke A kedua ini. Hal ini biasanya memang meningkat ketika A pertama Atraksi tadi meningkat dan menarik wisatawan,” jelasnya. Selain hotel, sejumlah restaurant pun juga terus bertambah di Jember dari waktu ke waktu sehingga menjadi pertanda baik bagi pariwisata Jember.
Untuk A terkahir yakni Accessibilitas atau daya jangkau yang terus membaik. “Selalu ada sinergi dengan stakeholder lain untuk meningkatkan pariwisata,” jelasnya. Baik itu dengan Dinas Perhubungan yang mana untuk akses menuju Jember juga lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana akses kereta juga semakin banyak, pesawat juga bertambah dua kali sehari. Sehingga ini juga menjadi daya ungkit untuk pariwisata.
Selain itu, untuk pembangunan sarana lain untuk akses ini salah satunya jalan yang memang sudah memprioritaskan tempat wisata. “Jadi akses menuju tempat wisata sekarang sudah bagus-bagus,” jelasnya. Sehingga ini menunjukkan jika Pemkab Jember memiliki komitmen tinggi untuk memajukan pariwisata di Jember.
“karena semua pembangunan sudah mengarah ke pariwisata, ini bagus. Karena akan semakin banyak wisatawan yang datang ke Jember,” pungkasnya. (cw2)

0 komentar: