Minggu, 14 Januari 2018

Optimis Raih 90 Persen Suara

SHARE

Bondowoso, Motim
Ketua tim pemenangan pasangan calon (paslon) Bupati – Wakil Bupati Bondowoso, Dhafir-Dayat, H. Tohari optimis pihaknya meraih 90 persen suara dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bondowoso. Banyaknya partai pengusung dan pengalaman Dhafir-Dayat di politik dan pemerintahan, menjadi salah satu alasan optimisme tersebut.

Pasangan Dhafir – Dayat diusung 7 partai politik. Ketujuh parpol itu, yakni PKB, Partai Nasdem, Partai Golkar,  Partai Gerindra, PAN,  PKS dan  Demokrat.

Menurut Tohari, H. Ahmad Dhafir merupakan politikus yang sudah berpengalaman. Dhafir 6 periode menjadi anggota dewan, 4 kali pindah partai, 3 periode menjadi ketua dewan serta 3 kali pindah daerah pemilihan dan pemimpin partai besar di Bondowoso, yakni PKB.

Sedangkan H. Hidayat Msi seorang pejabat birokrasi mulai dari staf biasa, sekretaris kecamatan, lalu menjadi camat di beberapa tempat dan menjadi kepala dinas hingga terakhir menjabat Sekretaris Daerah Bondowoso.

Kabupaten Bondowoso sebelumnya daerah yang jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Bondowoso juga tak dihitung dalam peta kemajuan daerah, belum lagi hambatan pembangunan infrastruktur karena Bondowoso adalah predikat daerah tertinggal di Jawa Timur.

Tapi berkat pola kepemimpinan bupati H. Amin Said Husni bersama H. Hidayat Msi Sekda, dan H. Ahmad Dhafir ketua DPRD Bondowoso yang menjalin komunikasi yang baik antar Eksekutif, Legeslatif dan masyarakat. Sehingga Bondowoso terus maju pesat.

“Tentunya masih ada kekurangan-kekurangan, dan Dhafir-Dayat siap meneruskan kepemimpinan selanjutnya. Basis kinerja itu menjadi modal penting untuk memimpin Bondowoso ke depan," ujar Tohari, Sabtu (13/1)
Dia menambahkan, prestasi program lainnya selama ini telah membantu masyarakat Bondowoso, khususnya kelompok ekonomi lemah, di antaranya UKM, program pelayanan Kesehatan, program Gerakan keaksaraan, SAID

Untuk pengelolaan birokrasi, kata Tohari, Bondowoso Lima tahun berturut-turut mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari C lalu ke BB, dari Kementerian PAN-RB.

"Dari aspek Indek Pengembangan Manusia (IPM) berkualitas, Bondowoso yang dulu tak punya kampus negeri, sekarang ada kampus negeri. Salah satunya Universitas Jember yang ke depan jadi embrio Universitas Negeri Bondowoso," lanjut Tohari.

Lebih lanjut Tohari, bahwa Dhafir-Dayat telah berhasil menjaga toleransi di Bondowoso. Umat lintas agama disapa tanpa terkecuali. Bondowoso mendapat peringkat paling aman dari kabupaten lainnya.

“Hasil survei independen Pilkada serentak Jatim, Dhafir-Dayat menempatkan dalam posisi popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas yang cukup memadai,” tambahnya.

Tohari menjelaskan nama Dhafir-Dayat sebelumnya sudah diperintah oleh para ulama NU serta terjaring berdasarkan rekapitulasi hasil rapat pleno DPP PKB terkait penjaringan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati.

Sehingga Dhafir-Dayat, dipercaya dan diusung oleh 7 Partai Politik (Parpol), berinisiatif bersama-sama membangun Bondowoso. Pendaftaran Bakal Calon (Balon) di KPU Bondowoso dan tes Kesehatan sudah dilakukan olehnya.

Di tempat berbeda, politikus Partai Golongan Karya (Golkar), Ady Criesna menuturkan, dari awal Partai Golkar memohon petunjuk kepada kyai, masyayikh, ulama dan Nahdlatul Ulama (NU).

“Kita sudah samikna wa atokna kepada para kyai, ulama dan NU. Setelah Khotmil Qur’an di Desa Tegal Mejin Kecamatan Grujugan, bahwa KHR Kholil As’at Syamsul Arifin sudah memerintahkan Dhafir-Dayat harus mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso,” kata Criesna, Minggu (14/1).
Selain itu, menurut Criesna, para kiai, ulama dan NU tahu siapa yang menjadi pemimpin yang baik untuk masyarakat Bondowoso. “Jika kita melihat dari pengalaman, Dhafir-Dayat adalah kombinasi yang sangat tepat, Dhafir seorang politikus yang sudah kaya pengalamannya, 3 kali menjadi ketua DPRD  Bondowoso dan pemimpin partai besar di Bondowoso,” kata Crisna.

Sedangkat Dayat, lanjut Crisna, merupakan salah satu birokrat yang memang terlahir sejak zaman orde baru. Sehingga Dhafir-Dayat menjadi perpaduan yang sangat tepat,”pungkasnya.  (cw3)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: