Situbondo, Motim
Satuan reserse narkotika dan obat-obatan (Satreskoba) Polres Situbondo kembali ungkap peredaran pil trex yang meresahkan masyarakat. Firman Yugis Rahadian (23), warga Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo ini diringkus petugas saat membawa pil trex siap edar di sebuah kandang ayam di Dusun Lugundang, Desa/Kecamatan setempat.
Selanjutnya guna penyidikan lebih lanjut, pelaku yang dikenal dengan panggilan Yugis ini bersama barang buktinya sejumlah pil Trex yang sudah dikemas dalam 11 plastik klip dan uang tunai Rp 95 ribu diduga hasil penjualan, digiring ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan.
Keterangan Memo Timur menyebutkan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan opsnal reskoba sekitar pukul 16.30 sore. Begitu mendapat informasi dari warga tentang maraknya penjualan pil trex yang dilakukan oleh tersangka. Tanpa buang waktu, polisi langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan penyelidikan.
Ternyata benar, begitu sampai di Dusun Lugundang Desa Talkandang, petugas melihat pelaku mondar mandir di dekat sebuah kandang ayam sambil menunggu pelanggannya. Takut kehilangan buruannya, tim opsnal reskoba itu segera melakukan penangkapan.
Tak sia-sia, setelah diperiksa dari saku celana yang dipakai pelaku, ditemukan 10 bungkus plastik klip yang masing-masing berisi 10 butir pil trex dan satu bungkus berisi 5 butir siap edar serta uang tunai Rp 95 ribu. Usai penangkapan, polisi langsung melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan menemukan tujuh kaleng plastik bekas pil trex dan satu pak plastik klip.
Kasat reskoba Polres Situbondo, AKP Heri Budiono melalui Kasubag Humas membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka FY yang diduga sebagai pengedar pil trex.
“Tersangka FY ini kita amankan di sebuah kandang ayam di Dusun Lugundang, Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo. Barang buktinya ada 105 pil trex yang dikemas dalam 11 plastik klip siap edar, uang tunai Rp 95 ribu dan tujuh kaleng plastik bekas pil serta satu pak plastik. Sekarang tersangka masih menjalani pemeriksaan untuk dikembangkan,” katanya, Minggu (14/1). (gik)

0 komentar: