Kamis, 04 Januari 2018

Jaga Kelestarian Budaya, Pemdes Bogempinggir Renovasi Punden

SHARE


Sidoarjo - Desa Bogempinggir Kecamatan Balongbendo, merupakan salah satu desa berkembang yang ada diwilayah Kabupaten Sidoarjo, di Desa Bogempinggir ini terdapat dua tempat kearifan budaya lokal (Punden) yang diyakini sebagai tempat keramat, yakni berlokasi di Dusun Bogem dan Dusun Serbo. 

Kedua Punden yang biasa digunakan sebagai tempat acara sakral oleh penduduk setempat tersebut di tahun anggaran 2017 lalu telah direnovasi oleh Pemerintah Desa Bogempinggir, dengan harapan masyarakat bisa lebih nyaman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan ritual atau bermusyawarah.

Kepala Desa Bogempinggir Jumakir, saat ditemui Memo Timur diruang kerjanya, Rabu (3/1) mengatakan, renovasi punden tersebut sengaja dilakukan untuk menjaga kelestarian adat istiadat budaya yang berasal dari nenek moyang. Selain menjaga kelestarian adat istiadat di desa, renovasi Punden tersebut juga sebagai upaya untuk menjaga dan meningkatkan kerukunan antar warga. 

"Kami bangun Punden ini guna untuk melestarikan budaya yang ada di desa ini, walaupun zaman sekarang lebih canggih dan maju," ujar Jumakir 

Selain itu, Kades Jumakir juga menjelaskan, jika suatu keberhasilan yang tanpa didasari dengan rasa kebersamaan tidak akan dapat menuai hasil yang sempurna. Oleh sebab itu, dalam membangun desanya pihaknya selalu mengutamakan kegotong royongan dan hal ini sangat penting untuk dilakukan.




"Saya harapkan agar masyarakat ikut andil serta mengawasi segala bentuk progam kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Pemdes, baik itu pembangunan fisik maupun non fisik. Dengan demikian, Desa Bogempinggir ini akan lebih maju dan masyarakatpun bisa hidup rukun serta sejahtera," jelasnya. 


Sementara itu, Kaur Perencanaan Desa Bogempinggir, Didik Sujarwadi mengatakan, Punden tersebut digunakan sebagai tempat kegiatan acara kearifan budaya lokal. Menurutnya, disaat malam Jumat legi, tempat keramat itu dipadati pengunjung, baik dari warga setempat maupun pengunjung dari tetangga desa.

"Tempat ini digunakan masyarakat apabila ada momen kegiatan yang penting. Misalnya kegiatan ruwat desa, tasyakuran dan sebagainya," ujar Didik Sujarwadi, saat dilokasi Punden. (bgs/jum)




SHARE

Author: verified_user

0 komentar: