GMBI: Pemerintah Harus Serius Tangani Banjir
Pasuruan Motim
Banjir terus terjadi wilayah Kabupaten dan kota Pasuruan. Sekitar 8 Kecamatan tergenang banjir, yang paling parah berada di 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Kraton, Beji, Gading Rejo dan Winongan. Tidak hanya merendam pemukiman warga, banjir juga sempat menutup akses jalur pantura Surabaya-Probolinggo yang terletak di wilayah Kraton Kabupaten Pasuruan pada Minggu malam (07/01/2018).
Banjir tersebut sudah menjadi langganan di wilayah Kabupaten dan kota Pasuruan beberapa tahun belakangan. Hal tersebut sebenarnya sudah ditanggulangi oleh Pemerintah daerah dan Pemerintah propinsi. Akan tetapi luapan air yang besar tetap saja terjadi di wilayah Pasuruan waktu musim hujan.
Ketinggian air yang mengenangi rumah warga sekitar 50 cm sampai 2 meter. Banjir tersebut berasal dari beberapa Daerah Aliran sungai di wilayah Pasuruan. Salah satu yang terparah adalah sungai Welang yang meliputi wilayah kraton dan sekitarnya.
Sungai tersebut meluap hingga menyebabkan arus jalur pantura di Tutup beberapa jam sehingga menyebabkan kemacetan yang berkepanjangan. Salah seorang warga Tambak Rejo Kecamatan Kraton, Faizah (23) menjelaskan, banjir ini merupakan luapan dari sungai Welang.
Ditempat terpisah, ketua LSM GMBI (Gerakan masyarakat bawah Indonesia), Asari menjelaskan, Pasuruan darurat banjir dan ini harus benar-benar ditangani serius oleh Pemerintah dan masyarakat.
“Karena penyebab kebanjiran tersebut tidak hanya hutan yang semakin menggundul akan tetapi banyaknya tambang di wilayah Pasuruan yang menyebabkan serapan air semakin berkurang,” ujar Asari kepada Motim, Senin (08/01/2018). (js/sk)

0 komentar: