Banjir Surut, Warga Terserang Gatal
Lamongan, Motim.
Setelah terendam banjir air luapan sungai Bengawan Solo beberapa hari lalu, puluhan warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan mulai terserang penyakit gatal-gatal dan tekanan darah tinggi.
Rumah Sakit Muhammadiyah Babat (RSMB) melaksanakan pengobatan gratis bagi warga terdampak banjir tersebut. Yudhi Pupanjoro, salah seorang petugas relawan, mengatakan penyakit gatal-gatal sering menyerang warga yang kebanjiran, karena kotornya air. “Memang airnya kotor dan banyak membawa bakteri penyakit, sehingga kulit yang terendam air dengan mudah terserang bakteri dan menyebabkan gatal-gatal,” katanya.
Sementara hipertensi dipengaruhi banyak faktor. “Tapi biasanya korban banjir terdeteksi mengalami tekanan darah naik turun, karena aktivitas istirahat kurang,” kata Yudhi.
Khanifah, salah seorang warga terdampak banjir, membenarkan jika setiap kali habis banjir rata-rata warga terserang gatal-gatal. “Kalau sudah banjir sudah gak mikirin gatal-gatal, karena memikirkan barang-barang agar terselamatkan dari banjir,” katanya.
Khanifah mendapatkan obat gatal berupa salep dan beberapa obat gratis lainnya. Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan Suprapto menyebutkan, saat ini banjir di Kelurahan Banaran sudah surut karena air Bengawan Solo juga surut.
“Jika besok kondisi terus normal, maka dipastikan besok sudah tidak ada lagi rumah warga yang terendam banjir,” terang Suprapto.
Korban juga mendapat bantuan paket sembako yang disalurkan oleh BPBD. Bantuan tersebut juga sebagai upaya untuk meringankan warga yang tertimpah musibah banjir. “Kami berharap warga yang bertempat tinggal sepanjang bantaran Bengawan Solo agar terus menjaga kewaspadaan mengingat saat ini curah hujan masih tinggi,” kata Suprapto.
Air Bengawan Solo meluap tempo hari. Akibatnya puluhan rumah warga di Banaran terendam banjir setinggi 15 centimeter hingga 25 centimeter. (mim)

0 komentar: