Sabtu, 07 April 2018

Ijen Dibuka Kembali, Anas pun Tersenyum

SHARE
Banyuwangi, MotimNews. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas terlihat ceria setelah mendapat kabar dibukanya kembali Kawah Ijen untuk kunjungan wisata. 

Seperti diketahui, akibat penutupan wisata alam tersebut selama dua pekan, kata Anas, banyak wisatawan yang membatalkan kunjungannya ke Banyuwangi. Kawah Ijen sendiri dinyatakan tertutup bagi kegiatan penambang belerang dan kunjungan wisata setelah gunung api ini mengeluarkan gas beracun yang sempat menyebabkan warga di sekitarnya pingsan.

‘’Tolong wartawan ditulis yang besar-besar ya bila Kawah Ijen sudah dibuka kembali. Akibat pemberitaan fenomena alam Gunung Ijen, banyak wisatawan yang batal ke Banyuwangi dan mengalihkan kunjungannya ke Gunung Bromo,’’ ungkap Anas kepada wartawan seusai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Banyuwangi, Kamis (5/4).

Padahal di luar negeri, lanjut Anas, fenomena seperti yang terjadi Kawah Ijen tidak pernah diberitakan secara besar-besaran sehingga berdampak pada kunjungan wisata ke daerah itu.

Sementara itu, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Jumat (6/4), dibuka kembali sehingga wisatawan sudah bisa menikmati keindahan Kawah Ijen. Pembukaan ini menyusul Surat Edaran dari  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur tentang pembukaan TWA Kawah Ijen.

Kepala Resort TWA Kawah Ijen, Sigit Hari Wibowo, TWA Kawah Ijen dibuka kembali untuk kunjungan wisata dengan beberapa ketentuan. Untuk kunjungan wisata dibatasi mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. 

“Pendakian sifatnya terbatas, pengunjung hanya boleh sampai di bibir kawah saja,” jelasnya.
Dijelaskan, untuk keamanan dan keselamatan, wisatawan tidak boleh turun mendekati kawah. Pengunjung hanya boleh mendekat sampai radius 1 km dari kawah. Ketentuan ini sesuai dengan rekomendasi yang didapatkan dari Pusat Vulkanologi dan Mitogasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait kondisi terakhir Kawah Ijen. Sebab saat ini masih dimungkinkan adanya potensi gas beracun di sekitar kawah.
Ketentuan yang sama juga berlaku bagi para penambang belerang. Aktivitas penambangan juga harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan yakni pukul 04.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.
“Para penambang belerang sudah lebih dulu melakukan aktivitas, mereka bisa melakukan aktivitas di dasar kawah,” jelasnya. 
Tidak ada batasan jumlah wisatawan yang boleh berkunjung ke TWA Kawah Ijen. Untuk itu pihaknya tetap menempatkan petugas di puncak Gunung Ijen tepatnya di pintu masuk menuju dasar kawah. Hal ini untuk mencegah adanya pengunjung yang turun ke Kawah Ijen.
“Pengunjung tetap harus mengikuti aturan dari PVMBG radius 1 km aman,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, TWA Kawah Ijen ditutup sejak Kamis (22/3) lalu. Penutupan itu menyusul munculnya bualan dan letupan di kawah. Letupan tersebut mengakibatkan munculnya gas beracun. Sejumlah warga Bondowoso sempat terkena dampak munculnya gas beracun tersebut. (cw3)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: