Kamis, 19 April 2018

Enam Tewas dan Seorang Dirawat Diduga Setelah Menegak Miras

SHARE
Banyuwangi, MotimNews. Diduga setelah menegak minuman keras (miras), enam warga dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. meninggal dunia dalam tiga hari terakhir. Kendati. belum diketahui secara pasti mereka minum secara bersamaan atau tidak. Namun waktu meninggalnya hampir bersamaan satu dengan lainnya. Bahkan, lima dari tujuh orang yang diduga teler setelah minum miras bersamaan dirujuk di RSUD Blambangan Banyuwangi, Minggu (15/04).

Beginilah kondisi Eko 32 tahun, satu dari lima warga yang diduga teler setelah minum miras ketika berada di ruang internal IIIC RSUD Bambangan, Rabu (18/04). Menurut petugas RSUD Blambangan, eko masih harus mendapat perawatan dan pengawasan setelah tidak sadarkan diri ketika dibawa ke rumah sakit milik Pemkab Banyuwangi tersebut. Bahkan Motim tidak diijinkan untuk melakukan wawancara dengan korban minum miras serta hanya diperkenkan mengambil gambar dari depan pintu ruang internal IIIC RSUD Bblambangan.

Seperti diketahui eko bersama empat warga lainnya, terpaksa dilarikan ke rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi itu karena dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan bau alkohol dibagian mulut mereka.

Bahkan, Sadely 42 tahun, warga Glagah, sudah harus menghembuskan nafas terakhirnya, Minggu (15/04). Kemudian Agus Rudiansah 23 tahun, warga Jalan Raung Kelurahan Singotrunan Kecamatan Kota, meninggal Senin (16/04). Setelah itu disusul dengan kematian Hendra Bayu 24 tahun, warga RT 01/ RW 02 Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri Selasa (17/04). Dan Alex 25 tahun, warga Jalan KH Wahid Hasyim 30 RT 02/ RW 02 Banyuwangi, meninggal Rabu (18/04) dini hari sekitar pukul 01:00 WIB.

Sementara dua warga lainnya karena alasan keluarga keberatan untuk diambil visum, mereka langsung dimakamkan. Keduanya adalah sugihartono 44 tahun, warga Lingkungan Gaplek RT 02/ RW 01 Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah, yang dimakamkan Selasa (17/04), serta Sofyan Hadi 35 tahun, warga Kelurahan Temenggungan Kecamatan Kota, dimakamkan di pemakaman Lingkungan Kalilo, Rabu (18/04).

minimnya informasi terkait kematian enam warga Banyuwangi itu, sempat menimbulkan berbagai spekulasi. Bahkan ada yang menilai hoax bila dikaitkan dengan minuman keras. Selain belum adanya hasil pemeriksaan menyeluruh dari instansi terkait, terhentinya penelusuran penyebab kematian enam warga itu juga disebabkan tidak satupun keluarga korban yang mengetahui secara pasti kejadian yang menyebabkan anggota keluarganya meninggal dalam keadaan mengenaskan. Sepertinya pihak keluarga tidak ingin repot-repot dengan kematian anggota keluarganya.

Menurut Indrawati, adik Sugihatono, kakaknya diketahui menegak minuman keras, Sabtu (14/04). Bahkan saat itu Mas Tono, demikian sapaan akrab kakaknya, sempat bertengkar dengan temannya yang biasa minum miras bersama.

‘’Beruntung ibu segera tanggap dan berhasil melerai perkelahian mas Tono dengan temannya. Kemudian Mas Tono diajak pulang ke rumahnya, dan selanjutnya tidur,’’ ungkap Indriwati.

Namun setelah Hari Sabtu itu, kata Indriwati, kakaknya sudah tidak terlihat minum lagi. ‘’Hanya Senin malam Mas Tono terlihat keluar rumah disusul temannya. Sepulangnya Mas Tono kembali berulah, dia gedor-gedor pintu rumah kaka saya yang berada persis di belakang rumah Mas Tono. Gedor-gedor sambil minta tolong. Karena takut, teriakan Mas Tono tidak dihiraukan sama kakak,’’ papar Indriwati.

Keesokan harinya, kata Indriwati, Mas Tono, sudah ditemukan tidak bernyawa lagi di dalam rumahnya di Jalan Rengganis 504 Lingkungan Gaplek Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah.

‘’Karena sudah meninggal di rumahnya sendiri keluarga keberatan membawa ke rumah sakit. Namun ada petugas dari Puskesmas Paspan dan Petugas Polsek Glagah yang kesini. Katanya Mas Tono terkena serangan jantung,’’ ungkapnya.

Indrawati mengakui meski punya banyak penyakit, diantaranya penyakit paru-paru, namun kakaknya yang sehari-hari bekereja sebagai sopir masih sering mengkonsumsi minum-minuman keras bersama teman-temannya.

Sedang Kisyati, orang tua Sofyan Hadi, mengaku tidak banyak mengetahui kejadian persis yang menimpa anak sulungnya terserbut.

‘’Saya baru tahu setelah ada ramai-ramai di rumah teman Sofyan di Temenggungan. Katanya Sofyan tergeletak sudah tidak bernyawa lagi,’’ papar Kisyati.

Karena sudah meninggal, lanjut Kisyati, pihak keluarga keberatan untuk membawanya ke rumah sakit guna dilakukan visum terhadap jasad Sofyan.

‘’Tapi ketika ada teman anak saya yang bersedia membiayai visum, keluarga juga keberatan karena pada prinsipnya keluarga keberatan jasad Sofyan dibedah,’’ kata Kisyati.

Menurut Kisyati, Sofyan telah dimakamkan di pemakaman Lingkungan Kalilo, Rabu pagi. ‘’Dan rencananya pihak keluarga akan mengadakan acara tahlilan mulai nanti malam,’’ tambahnya.   

Sementara itu Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman ketika dikonfirmasi sekaitan penyebab kematian beberapa warga, membantah bila kematian warga itu dikarena minuman keras. Selain itu, Donny juga membantah warga yang meninggal berjumlah enam orang. Pasalnya berdasarkan laporan anggotanya dari RSUD Blambangan hanya empat orang dan seorang masih dirawat.

‘’Tolong ini jangan dikaitan dengan isu yang sekarang lagi ramai terkait minuman oplosan. Apalagi dari keterangan petugas medis mereka meninggal karena serangan jantung. Ada pula karena penyakit paru-paru bukan karena miras sebab tidak ditemukan adanya kandungan alkohol di dalam tubuh mereka yang meninggal,’’ jelas Donny.

Guna menekan peredaran minuman keras jajaran Polres Banyuwangi terus gencar melakukan razia terhadap tempat-tempat yang diduga menjual minuman keras. Bahkan belum lama ini, jajaran Polres Banyuwangi menyita 17 drum miras. (cw3/eko)


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: