Sidoarjo, MotimNews. Masih banyak pengelola tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yang mencari solusi penanganan sampah. Penambahan petugas TPST dan pembangunan fasilitas pengolahan sampah kerap jadi alternatif. Terkait hal itu, Desa Berbek Kecamatan Waru Sidoarjo, Rabu (18/4) kemarin, mendapat kunjungan dari Forum Komunikasi Antar BKM dan LKM (FKA BKM dan LKM) Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Kedatangan mereka disambut dengan baik oleh Kepala Desa Berbek bersama pengurus Badan Keawadayaan Masyarakat (BKM) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ) desa setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Berbek, Zainul Abidin mengatakan, rombongan FKA dari Mojowarno tersebut diharapkan dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari masyarakat dan kader-kader desa setempat. Dimana ilmu tersebut kemudian dapat diimplementasikan di wilayahnya.
"Monggo kita belajar bersama demi membangun desa kita," ujar Zainul Abidin.
Kades Zainul Abidin menerangkan, berbekal dari motto peduli dan berkarya ( PEKA ) pihaknya mendorong masyarakat untuk mengatasi persoalan sampah yang menumpuk di desanya. Sampah yang dihasilkan dari warga akan dipilah, hasilnya sebagian dibawa ke bank sampah dan sebagian diolah menjadi untuk menjadi pupuk kompos.
"Sebagian dibakar sebagian diolah menjadi pupuk dan sebagian lagi dibawa ke bank sampah," terangnya.
Menurut Kades Zainul Abidin, pada dasarnya, sistem pembakaran yang dilakukan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) tersebut menggunakan insinerator. Dengan begitu asap yang dihasilakan dari cerobong menjadi minim.
’’Kondisi di desa Berbek ini kan padat penduduk. Dekat pabrik juga. Jadi, kalau asapnya minim, akan aman,” ujarnya.
Ketua FKA BKM dan LKM, Kecamatan Mojowarno, Hendri Yanto berharap, studi banding yang dilakukan ini tak lain adalah untuk menciptakan strategi baru dalam hal penanganan sampah diwilayahnya. Sehingga menjadi lingkungan yang bersih dan nyaman.
"Harapan kami bisa berbagi ilmu dan pengalaman tentang sampah, yang hasilnya bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujar Hendri Yanto. (zai/jum)

0 komentar: