Rabu, 14 Februari 2018

Disparpora Bondowoso Adakan Pemilihan Duta Kacong Jebing

SHARE

Harry, Kepala Dinas Disparpora Bondowoso
Bondowoso,MotimNews. Meningkatnya pengunjung wisatawan ke objek wisata Bondowoso tak lepas dari peran serta pemuda yang mempromosikan maupun pengenalan melalui media kepublik.
 Akhirnya, Selasa (13/2) Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga mengadakan pemilihan duta wisata Kacong Jebing.Dosen Fakultas Kedokteran dan dosen S2 pasca sarjana ilmu kesehatan masyarakat Universitas Jember, Sri Hernawati mengatakan event pemilihan Kacong Jebing duta wisata Bondowoso oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, yang terpilih nanti akan menjadi panutan bagi generasi muda. 

Karena tugas dari Kacong Jebing tidak hanya mempromosikan Bondowoso dari segi pariwisata, akan tetapi juga kepada kondisi para generasi muda.

“Saat ini masuk zona merah untuk penyebaran HIV/AIDS, paling tidak Kacong Jebing punya peranan disini. Bagaimana nantinya HIV/AIDS tidak berkembang di Kabupaten Bondowoso, melalui penyuluhan baik disekolah maupun dimasyarakat,”katanya. 

Duta dimaksud kata , adalah menjadi duta dalam segala hal dari segi pengenalan wisata, mengekplor, menjual objek wisata Bondowoso dan juga bisa memperbaiki kondisi sosial. 

Dia juga menambahkan, yang banyak terjadi di masyarakat adanya LGBT yang marak, HIV/AIDS juga menjadi salah satu peran dari Kacong Jebing ini. Orang yang sudah mengidap HIV/AIDS secara ilmu pengetahuan maka menjadi malu atau disingkirkan oleh masyarakat karena beranggapan berdekatan dengan pengidap HIV/AIDS bisa tertular.

“Padahal HIV/AIDS itu bisa menular melalui hubungan seksual, darah yang masuk kedalam tubuh kita. Hal ini yang harus disampaikan kepada masyarakat, karena orang yang sudah mengidap HIV/AIDS masyarakat enggan mendekati yang akhirnya tidak mau berobat,” tambahnya. 

Dikatakan Sri Hernawati, penderita HIV/AIDS itu sebenarnya seperti gunung es, sewaktu-waktu bisa meledak jumlah penderitanya. Mungkin saat ini hanya 192 orang. Sebenarnya, ini sudah banyak sekali, karena mereka masih stadium yang belum nampak secara klinik tetapi sudah mengidap HIV/AIDS.

“Maka ini sangat berbahaya terhadap masyarakat yang lain untuk penularannya. Karena para generasi muda pemakai narkoba melalui jarum suntik 1 yang kemudian dipakai oleh beberapa orang itu akan mudah tertular HIV/AIDS,” paparnya. 

Menurut kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Harry Patriantono, mengatakan tujuan dari pemilihan Kacong jebing akan menjadi duta wisata Bondowoso. Dan bisa mempromosikan potensi-potensi objek wisata yang ada di Kabupaten Bondowoso mulai tingkat Nasional ke Internasional. 

“Karena selain destinasi objek wisata yang menarik pada wisata kita dan juga mempunyai even bertaraf nasional maupun Internasional. Tugas para Kacong Jebing kedepannya harus mempromosikan dan memperkenalkan serta memasarkan objek wisata kita,” katanya. 

Harry sangat yakin kepada kacong jebing yang terpilih nanti mampu memasarkan melalui kemampuan mereka yang sudah akrab dengan dunia sosial. Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso kepada Kacong Jebing terpilih juga memberikan masa kerja selama 1 tahun untuk mempromosi dan memasarkan objek wisata Bondowoso. 

“Kacong jebing akan bersinergi dengan Disparpora Bondowoso menyusun program kerja yang akan di bantu oleh Kacong Jebing yang lebih senior. Mereka juga akan membuat event yang ada di Disparpora,” katanya. Lebih lanjut Harry, materi yang diberikan kepada semua peserta Kacong Jebing lebih kepada pengenalan dunia kepariwisataan Kabupaten Bondowoso.

 Juga peserta dinilai dari etika, pengetahuan dan bahasa Inggris yang sangat menentukan penilaian. Kenapa bahasa inggris, Harry menjelaskan karena wisatawan (tamu red) yang datang ke Bondowoso bukan hanya tamu Nusantara, melainkan juga tamu dari manca Negara. Usia peserta masih 17-24 tahun dan jumlah yang ikut pemilihan Kacong Jebing 65 peserta.

Ditempat yang sama peserta bernama Lidya (17) dari SMKN 2 Bondowoso mengatakan, mengikuti pemilihan Kacong Jebing untuk menambah wawasan juga ilmu pengetahuan tentang kepariwisataan Bondowoso yang masyarakat masih belum mengetahui.

 “Jika nanti saya terpilih menjadi Kacong Jebing, kita akan berkoordinasi dan bergabung dengan Disparpora Bondowoso untuk lebih mengeksporasi wisata dan budaya yang ada di Bondowoso. Melalui ilmu yang saya punya akan saya mempromosikan objek wisata Bondowoso lebih maju lagi,” katanya. 

Lebih lanjut Lidya, dia akan memberikan petunjuk arah objek wisata Bondowoso lebih mudah kepada wisatawan Nusantara maupun manca Negara. Ketertarikan Lidya ikut dalam ajang ini berangkat dari niat memajukan Bondowoso yang didukung oleh kedua orangtua dan SMKN 2 Bondowoso.

 “Saingan saya diacara ini sangat banyak dan berat. Tapi secara pribadi saya sangat yakin akan menjadi pemenang diacara ini,” pungkasnya. (cw3)

                



  
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: