Situbondo, Motim
Pemilik warung kopi yang selama ini menyediakan bisnis esek-esek di Jalan Raya Bondowoso, Desa Kotakan Kecamatan Situbondo, sudah hampir sepekan ini menutup sendiri warungnya.
"Sudah lima hari ini mereka (pemilik warung) berinisiatif menutup sendiri usahanya (bisnis lendir, red). Kami bersyukur mereka mau sadar dengan sendirinya, rencananya kedepan akan kami manfaatkan utuk pengembangan usaha masyarakat," jelas Kepala Desa Kotakan Suriwan, saat ditemui Memo Timur, Selasa (17/1).
Menurut Suriwan, tempat itu nantinya akan dimanfaatkan untuk menjual buah, khusnya buah srikaya dan sirsak, yang merupakan komoditi pertanian di desa tersebut.
Sementara untuk warung yang memang menjual makanan maupun minuman, tetap diperkenankan melakukan usahanya, desa hanya melarang dan meminta hanya warung yang selama ini menyediakan bisnis lendir saja yang harus ditutup.
"Kalau warung makanan minuman tetap boleh membuka, kami hanya meminta warung remang-remang saja yang ditutup," terang Suriwan lagi.
Saat ini desa sudah melakukan perbaikan sejumlah warung, yang direncakan untuk dimanfaatkan menjadi kios buah. Sudah ada beberapa warung yang mulai dilakukan rehab, mulai dari pengecatan hingga memperbaiki tembok bangunan yang mulai rusak.
Pantauan Memo Timur, belasan warung yang berjejer di sebelah barat jalan, rata-rata memang sudah menutup aktifitasnya, bahkan sebagian besar sudah mengosongkan bangunan tersebut.
Hanya ada beberapa warung yang masih tampak ada isinya, itupun hanya warung yang selama ini menjual makanan saja. Akan tetapi, sampai saat ini pemilik warung belum beraktifitas, lantaran mengaku sepi pembeli.
"Sementara gak buka dulu mas karena warung esek-eseknya kan tutup, jadi memang sepi pembelinya. Kalau sebelumnya kan ada warung remang-remang, jadi tempat ini ramai sekali," beber salah satu pemilik warung yang enggan namanya dikorankan.
Selain akan menyulap kawasan esek-esek dengan menjual buah-buahan khas Desa Kotakan, saat ini desa juga mempersiapkan diri untuk membuka wisata agro.
Sudah ada satu hektar lahan yang disiapkan untuk ditanami berbagai macam jenis buah, yang nantinya akan dijadikan agro wisata.
"Pengembangan buah ini juga higienis, karena kami tidak memakai pupuk an organik, melainkan menggunakan pupuk organik, jadi hasil buahnya sangat aman dikonsumsi," tutup Suriwan lagi.
Seperti diketahui, warung yang berada di Desa Kotakan ini sudah sejak lama ada. Bukan rahasia lagi jika warung makan itu sebenarnya hanya modus, sementara bisnis utama mereka adalah menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK).
Pemkab melalui Koordinasi Pelaksana Ketertiban Kabupaten (Kopeltibkab) kerap sekali melakukan razia PSK dikawasan tersebut, hanya saja setiap usai di razia aktivitas bisnis esek-esek selalu saja ada.(fin)

0 komentar: