Jumat, 12 Januari 2018

Unej Luncurkan KKN Tematik Berbasis Pesantren

SHARE
Jember, Motim
Sebagai sebuah pengabdian langsung kepada masyarakat melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) periode I tahun akademik 2017.2018. Universitas Jember (Unej) meluncurkan KKN Tematik berbasis pesantren yang ditempatkan di Kabupaten Jember dan Bondowoso.

Nantinya para mahasiswa yang ikut dalam kegiatan KKN tersebut, akan mengaplikasikan keilmuannya ke sejumlah pesantren yang telah ditunjuk oleh Unej.

“Untuk langkah awal yang ditempatkan di pesantren sementara ini hanya dua kelompok saja di Jember yakni Pesantren Miftahul Ulum di Desa Glagawero, Kecamatan Kalisat dan Pesantren Nurul Qurnain di Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, sehingga mereka nantinya akan belajar di pesantren dan mengaplikasikan keilmuan yang mereka miliki di sana,” kata Ketua LPPM Unej Prof Achmad Subagio usai upacara pelepasan yangdigelar di Gedung Soetardjo Unej, kemarin.

Diketahui dalam pelepasan mahasiswa yang ikut kegiatan KKN tersebut, tercatat ada 789 mahasiswa yang ikut dalam kegiatan dan dilepas langsung dalam upacara pelepasan oleh Rektor Unej Moh. Hasan dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unej Prof Achmad Subagio.

Ratusan mahasiswa KKN itu dibagi sebanyak 79 kelompok, yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Jember dan enam Kecamatan di Kabupaten Bondowoso. Serta dua kelompok peserta, lanjutnya, yang nantinya akan bermukim di pesantren dengan total dosen pendamping lapangan sebanyak 17 orang.

Menurutnya, pesantren memiliki potensi yang luar biasa dalam pengembangan masyarakat dan mengatasi sejumlah masalah yang ada di masyarakat. Sehingga budaya pesantren menjadi hal yang menarik untuk dipelajari oleh para mahasiswa yang sedang KKN.

”Mereka akan tinggal di pesantren untuk belajar budaya dan pendidikan yang ada di pesantren. Selain itu, mereka juga ditugaskan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dalam perkuliahan seperti halnya melakukan pemberdayaan bagi para santri,” tuturnya.

Ia berharap, nantinya dengan kegiatan KKN tersebut, para peserta diharapkan dapat membantu manajemen pengelolaan pesantren dengan mengajari para santri kerajinan tangan ataupun aktifitas pembelajaran mengenai bisnis lainnya.

”Mahasiswa juga bisa membantu dalam merapikan manajemen pengelolaan pesantren dan membantu agar pesantren tersebut bisa diakses secara daring,” ujarnya.

Sementara itu saat ditemui secara terpisah oleh Memo Timur, Rektor Unej Moh. Hasan berharap seluruh peserta KKN dapat meninggalkan citra positif karena selama ini masyarakat mengakui keberhasilan program-program KKN yang dilakukan oleh para peserta.

”Walaupun dengan waktu yang relatif singkat, jejak dan keberhasilan dari program sangat nyata, bahkan sering sekali ditemui di media bagaimana laman desa-desa di Bondowoso begitu dinamis. Keberhasilan mahasiswa membangun desa wisata juga mendapat apresiasi positif dari masyarakat Bondowoso,” katanya.

Ia menjelaskan, KKN tematik dipilih sebagai alternatif yang bisa membantu program pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat karena dinilai mampu memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.

”KKN tematik itu didesain untuk mengakomodasi program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dari semua kementerian karena program yang dilaksanakan oleh para peserta KKN berdampak langsung pada sosial ekonomi masyarakat,” tandasnya. (cw2)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: