Jember - Hujan deras yang turun sejak Senin (01/1) pagi, membawa bencana. Sebuah tebing di Dusun Sukmoilang, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, longsor sekitar pukul 19.00 WIB. Tebing yang longsor memiliki ketinggian sekitar 10 meter dan lebar 12 meter. Akibat kejadian itu, jalan penghubung antara Desa Mulyorejo dan Desa Pace, lumpuh. Karena longsoran menutup seluruh jalan.
Lokasi longsoran itu berada sebelum pintu masuk PTPN XII Kebun Silosanen, dan masuk pada lahan Perhutani. Pasca kejadian itu, warga langsung melapor ke pihak perkebunan dan perangkat desa. Kemudian, laporan dilanjutkan ke Polsek Silo dan diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.
Malam itu juga, pihak BPBD, perkebunan dan Polsek Silo, langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Namun karena tanah menutup seluruh jalan dan kondisi malam hari, tak banyak yang bisa dilakukan. Padahal, jalan itu merupakan salah satu akses menuju desa Pace – Mulyorejo. Belum lagi anak-anak sekolah yang rumahnya di wilayah Perkebunan Silosanen dan di Desa Mulyorejo.
Akhirnya, pihak Perkebunan Silosanen mengerahkan puluhan tenaga harian agar jalan itu bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Langkah itu dilakukan agar siswa SMP dan SMK yang biasa menggunakan jalan itu tidak terganggu.
Namun lagi-lagi proses evakuasi longsoran tanah itu mengalami kesulitan. Karena material longsoran bercampur batu besar dan kerikil. Selain itu, longsoran tersebut juga menyeret tanaman serta pohon Mahoni. Pohon yang ikut longsoran itu sebelumnya tumbuh di tebing jalan yang longsor.
“Akhirnya sekitar pukul 11.00 WIB (kemarin, red), alat berat milik Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air datang ke lokasi. Kalau hanya mengandalkan tenaga manusia sulit teratasi. Karena tanah yang menutupi jalan aspal cukup banyak,” ujar Kapolsek Silo AKP Suryadi Kadir di lokasi kemarin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Jember, Widi Prasetyo mengatakan bahwa proses evakuasi longsoran tanah dari jalan memang diperlukan alat berat. “Kalau hanya mengandalkan tenaga manusia tentunya sangat sulit dan butuh proses lama. Belum lagi longsoran itu membawa batu-batu besar dan pohon, tentu akan semakin menyulitkan kalau pakai tenaga manual,” kata Widi di lokasi kemarin.
Menurutnya, terdapat longsoran kecil yang berada di sekitar tanah yang longsor itu. Hal itu dikhawatirkan terjadi longsor susulan. “Sangat rawan terjadinya longsor susulan. Apalagi curah hujan masih cukup tinggi. Ini saja saat proses evakuasi tanah dengan menggunakan alat berat hujan turun cukup deras,” ujar Widi.
Untuk itu, Widi mengimbau kepada warga di sekitar lokasi maupun yang melintas di jalan itu, untuk lebih berhati-hati. Khususnya saat melintas ketika hujan turun cukup deras. “Di bagian atas tebing sudah banyak retakan-retakan yang bisa menimbulkan terjadinya longsor susulan. Saya imbau warga untuk selalu berhati-hati,” imbau Widi.
Pasca kejadian itu, Wakil Bupati Jember Abdul Muqiet Arief bersama BPBD dan relawan kemarin turun ke lokasi. Bersamaan dengan itu, pihak kepolisian serta TNI dan masyarakat, melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran. (sp)

0 komentar: