Kamis, 18 Januari 2018

Bupati Ajak Pegiat Kopi Jaga Kualitas

SHARE

Bondowoso, Motim
Bupati Bondowoso Amin Said Husni bertemu dengan pegiat kopi arabika dalam acara silaturahmi bersama pegiat kopi se-kabupaten Bondowoso, di pendopo kabupaten,  Rabu (17/1).

Hadir dari unsur pemerintah yaitu Direktur Penelitian Kopi dan kakao DR. Misnawi, ADM Perhutani Bondowoso, ketua pimpinan cabang Bank Jatim Bondowoso, Asisten II, Kadis Pertanian, Kadis Pariwisata, Kadis PTSP dan Trans, Kadis Kominfo, Kadis Perekonomian, Kadis Koperindag, Kabag Hukum.

Sedangkan dari unsur pelaku atau pegiat kopi yaitu Petani kopi, UPH, Kelompok Koperasi. Lalu dari unsur pelaku pasar perkopian terdiri dari para pedagang, pengelola cafe, resto dan warung kopi.

Menurut Amin, acara tersebut sengaja dibuat diskusi untuk mengevaluasi perkembangan perkopian di Bondowoso. Sekaligus menginventarisasi masalah-masalah di lapangan, mulai dari hulu dari tingkat kebun, petani, pedagang sampai ke tingkat hilir.



“Kita bisa bertukar fikiran ditempat ini, terkait daya dukung, regulasi dan aturan-aturan yang diperlukan untuk menjaga kometmen kebersamaan di perkopian. Mengingat perkembangan paling hilir yakni wisata kopi sudah meningkat,” ujarnya.
Harapan dari pertemuan itu, semua kendala yang ada di lapangan bisa disampaikan dengan baik dan bisa dipecahkan secara bersama. Sehingga pengembangan kopi di Bondowoso ke depannya lebih baik.

“Sejarahnya perkopian di Bondowoso sangat panjang, yang dimaksud disini yang terprogram, terarah dan sistematis dalam langkah-langkah perencanaan secara berkelanjutan dan jangka panjang yang dimulai Tahun 2011,” katanya.

Berkat ketekunan dari pusat penelitian kopi dan kakao untuk mendampingi petani kopi bekerjasama dengan Pemkab Bondowoso hingga berhasil. Mengingat kopi Bondowoso sangat berpotensi dalam pemberdayaan masyarakat yang sangat efektif dalam rangka meningkatkan kesejahteran.

“Nama kopi Bondowoso mulai berkibar tidak hanya di Indonesia tapi sudah ke manca Negara yang tak lepas peran serta dari Perhutani Bondowoso. Sepanjang pegunungan dan perbukitan mulai dari Ijen Rung dan Anggopuro,” tambahnya.

Bupati meminta kepada pegiat kopi, agar kemasan kopi yang berasal dari Bondowoso diberi lebel Bondowoso. Terlepas dari itu nama khas kopinya juga dipasang.

Pengembangan Bondowoso Republik Kopi (BRK) mempunyai kerakteristik dan khasan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Bukan hanya cita rasanya dan kawasan yang dikembangkan diperkopian. Akan tetapi keterlibatan dari berbagai pihak secara sinergi.

Terbukti warung kopi meningkat sangat pesat dan pada malam tahun baru telah meresmikan kampung kopi pelita dengan inisiatif masyarakat kompak disepanjang jalan seluruh RT menjadikan kawasan kampung kopi.



Bupati berharap, nama kopi Bondowoso yang sudah mulai naik daun jangan kemudian menjadi turun lagi karena ulah kita sendiri. Atau kita semua kurang cermat dalam mengelola kopi, bahkan hanya untuk kepentingan sesaat. Sehingga kopi Bondowoso menjadi rusak.

Kopi Bondowoso mempunyai masa depan yang sangat cemerlang. Jika mampu merawatnya dengan baik dan benar maka tidak menutup kemungkinan ada lompatan yang jauh dari apa yang sudah dicapai sekarang.

“Saya imbau jangan mementingkan kepentingan sesaat tapi merugikan yang lebih besar. Jagalah kualitas kopi dengan baik dan benar secara standar, sehingga produktifitas kopi lebih meningkat,” pintanya.

Bupati berpesan agar petani menghindari panen kopi yang masih hijau atau pola lama racutan. Jika ini dilakukan akan merusak cita rasa kopi dan merusak citra Bondowoso Republik Kopi. Apalagi kopi sampai dicampur dengan kualitas bagus dengan harapan untung besar.

“Sekali pasar menganggap kopi Bondowoso sudah rusak, maka pasar akan tidak percaya lagi akan kopi Bondowoso. Maka jerit payah kita yang selama ini kita bangun akan sia-sia,” tegasnya.

Ada beberapa hal, kata Amin yang menjadi catatan dari hulu yaitu persoalan lahan di Ijen Raung sudah mencapai 14000 hektare. Tapi sampai sekarang belum ada mekanisme yang baku untuk menjadi panduan bersama dalam menerapkan proses agroforestri.

Sedangkan ditingkat hilir secara penerapan SOP terkadang OPH masih tergoda oleh masalah-masalah sesaat. Karena jika sudah masuk ke industri kopi yang modern maka SOP menjadi syarat mutlak.(cw3)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: