Sabtu, 13 Januari 2018

Dana Hibah KONI dan Persid Terblokir

Dana Hibah KONI dan Persid Terblokir



Jember, Motim
Anggaran hibah dari APBD 2017 untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan klub sepak bola Persid sudah ditransfer ke rekening masing-masing oleh Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun anggaran itu masih terblokir.

Anggaran itu sudah cair sebelum tahun anggaran berakhir di ujung Desember 2017. KONI mendapat hibah Rp 2,047 miliar dan Persid menerima Rp 841 juta. "Sudah dicairkan ke rekening mereka," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jember Dedi M. Nurahmadi, Kamis (11/1/).

Namun untuk bisa mengambil uang tersebut, KONI dan Persid harus memenuhi kewajiban menyerahkan surat pertanggungjawaban dan buku rekening milik pihak-pihak yang menerima penyaluran dana hibah tersebut. "Misalkan honor bagi pemain, kami harapkan bisa langsung masuk ke rekening pemain, honor pelatih masuk ke rekening pelatih," kata Dedi.

Menurut Dedi, harus ada bukti bahwa dana hibah itu benar-benar masuk ke rekening pemain, pelatih, maupun pihak yang berhak menerima. "Saya berharap hari ini bisa ada penyerahan (rekening dan surat pertanggungjawaban). Kami sudah daftarkan kok untuk pemain. Jadi nanti tinggal transfer (honor) ke rekening pemain," katanya.

Namun Dispora belum menerima surat pertanggungjawaban Persid dan KONI. "Kami sudah memberikan surat kepada mereka agar segera merealisasikan. Kalau dananya kan sudah ditransfer ke rekening KONI dan Persid," kata Dedi.

Dalam hal ini, Persid dan KONI hanya menyalurkan anggaran itu kepada atlet, pelatih, ofisial, dan pihak-pihak yang berhak. "Nanti surat pertanggungjawaban itu harus ada tanda tangan mereka (pihak penerima hibah) dalam laporan, dan dibuktikan dengan rekening yang sudah mereka terima," kata Dedi.

"Pada intinya dana tersebut sudah dicairkan. Hanya untuk menjaga agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, harus disertai bukti-bukti kongrit," tambah Dedi.

Dedi ingin agar ada kepastian bahwa dana tersebut sudah benar-benar sampai ke pihak yang berhak. "Kita sama-sama menjaga," katanya.

Selama itu belum dilakukan pengurus KONI dan Persid, maka dana hibah tersebut terblokir di rekening masing-masing organisasi? "Iya. Saya pikir kalau memang (serius) itu gampang. Yang penting ada bukti kongritnya, itu sudah selesai," kata Dedi.

Ada batas waktu realisasi? "Sementara ini belum. Tapi kan kasihan mereka yang punya hak menerima akan menunggu," kata Dedi. [oryza]


Sabtu, 30 Desember 2017

Ketua IPSI Kunjungi Base Camp Pesilat

Ketua IPSI Kunjungi Base Camp Pesilat



Banyuwangi, Motim - Ketua Pengkab IPSI Banyuwangi I Made Cahyana Negara, mengunjungi  tempat penginapan pesilat yang mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Antarpelajar Se- Wilayah Banyuwangi yang berakhir  Sabtu (27/12) kemarin. Made didampingi beberapa pengurus IPSI dan anggota DPRD Banyuwangi.

Rombongan pertama  mendatangi dan melihat langsung kondisi penginapan pesilat Perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang ada di kawasan GOR Tawangalun. Setelah melihat kondisi yang ada, tokoh asal Ketapang itu merasa prihatin dan trenyuh serta menjadikan hal tersebut sebagai bahan pemikiran untuk mencarikan solusi.

"Melihat kondisi yang ada kami prihatin, khususnya bagi pesilat yang agak jauh dari kota Banyuwangi mereka harus tidur di lantai. Logikanya masa orang mau bertanding fasilitanya sangat minim kan kondisinya tidak fit. Itu menjadi bahan pemikiran bagi kita untuk menyiapkan fasilitas dan sarana prasarana yang memadai," ujarnya.



Selanjutnya dia bersama sebagian pengurus IPSI dan beberapa anggota dewan menyempatkan melihat base camp pesilat Persatuan Silat Nasional Ampuh Sehat Aman dan Damai (Persinas Asad) di Lingkungan Sukorojo, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah.

Selain memberikan motivasi kepada pesilat, dalam kesempatan tersebut rombongan ketua IPSI juga melihat langsung dapur umum, kamar mandi, tempat tidur dan fasilitas pendukung yang disiapkan pengurus Asad secara sederhana.

Alumni SMA Negeri 1 Giri itu, menuturkan dengan kemauan dan semangat yang tinggi,  keterbatasan yang ada ternyata tidak menjadi halangan bagi pesilat Persinas Asad untuk mengukir prestasi.

"Bagi yang mampu menjadi juara jangan cepat merasa puas, terus disiplin berlatih keras untuk meraih prestasi setinggi-tingginya. Gantungkan cita-cita setinggi langit. Bagi yang belum berhasil jangan putus asa masih ada pada kesempatan dan kejuaraan silat yang lain," jelas Made.

Pria yang saat ini menjabat Ketua DPRD Banyuwangi itu menyatakan kekagumannya terhadap jiwa gotong royong, kerukunan kekompakan dan  kerja sama yang baik jajaran pengurus Asad dalam memberikan dukungan terhadap pesilat agar tampil optimal.

Dia berharap ke depan akan muncul pesilat Asad Banyuwangi yang mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.



Helmy Subchan, Ketua Persinas Asad Banyuwangi, menyatakan kehadiran Ketua IPSI bersama sebagian pengurus ke base camp pesilat merupakan yang pertama kali dilakukan selama beberapa tahun mengikuti kejuaraan silat di Banyuwangi. 

“Kunjungan dan kehadiran jajaran pengurus Ipsi Banyuwangi di penginapan pesilat Asad merupakan kehormatan dan sanjunan bagi kami. Mudah-mudahan kedatangan ketua Ipsi menjadi tambahan motivasi bagi pengurus untuk lebih giat melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi pesilat Asad secara khusus dan Ipsi Banyuwangi umumnya," ujar pria asal Bangorejo itu.

Lebih lanjut dia menambahkan sampai saat ini Persinas Asad mampu memberikan kontribusi yang cukup bagi tim silat kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jatim bahkan bagi Indonesia.

Beberapa prestasi yang diraih oleh pesilat Asad Banyuwangi antara lain; Juara Festival Internasional Pencak Silat di Padang Sumatera Barat atas nama  pasangan Restu Yoni Cahaya / Arif Tri Prasetyo  pada bulan November 2016 dan Juara satu kategori beregu putra dalam Pekan Olahraga Pondok Pesantren Nasional  (Pospenas) di provinsi Gorontalo  atas nama Hasan, Husen dan Hafid.(nur)