Jember, Motim. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember sejauh ini belum menerima pengaduan terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh biro umroh PT. Solusi Balad Lumampah (SBL).
Namun saat akan diminta konfirmasi kepada salah satu agen PT.SBL di Kabupaten Jember, pemilik agen terkesan menutup diri dan banner informasi biro umroh PT. SBL agen Jember sudah tidak terpasang semestinya.
“Memang di Jember ada beberapa agen dari PT SBL, tetapi sejauh ini belum ada informasi yang masuk ke kami, terkait warga Jember yang menjadi korban biro tersebut,” terang Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Jember, Ahmad Tholabi, saat menemui sejumlah wartawan, kemarin.
Menurut Tholabi, untuk urusan penyelenggaraan ibadah umroh yang diselenggarakan pihak swasta, peran pemerintah tidak bisa masuk ke dalam sistem. Berbeda dengan penyelenggaraan ibadah haji, karena pelaksananya langsung pemerintah.
“Kalau untuk urusan umroh, pemerintah hanya memastikan apakah biro perjalanan memiliki ijin operasional atau tidak. Kalau memiliki ijin, maka pemerintah akan mengeluarkan rekomendasi untuk pembuatan paspornya,” ucapnya.
Di Jember sendiri, sejauh ini Kementerian Agama belum menerima pemberitahuan dimana kantor cabang PT SBL tersebut. “Jadi yang ada hanya agen- agennya saja. Kami pernah memberikan rekomendasi pembuatan paspor bagi jamaah yang berangkat melalui PT SBL, karena memang biro tersebut memiliki ijin operasional,” tambah Tholabi.
Untuk itu, kedepan Tholabi meminta kepada masyarakat, untuk lebih berhati- hati dan lebih cermat dalam memilih biro perjalanan umroh. “Jangan tergiur karena harganya murah, jadi harus benar- benar cari informasi yang utuh dalam memilih biro perjalanan umroh,” harapnya.
Sementara itu, saat Memo Timur berusaha melacak keberadaan agen dari PT.SBL, diketahui kantornya berada di salah satu perumahan elit di Kabupaten Jember. Namun saat Memo Timur berusaha untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi terkait kasus dugaan penipuan yang mungkin terjadi di Kabupaten Jember, penghuni rumah dan kantor tempat agen PT. SBL terkesan menutup diri.
“Maaf pemilik rumah tidak ada karena sedang keluar kota, ke Lamongan,” ujar pembantu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya itu dengan terburu-buru kembali masuk ke dalam rumah.
Diketahui, salah satu kantor agen PT. SBL itu, berada di Perumahan Gunung Batu Blok E-11. Namun informasi dari tukang becak yang sering mangkal di sekitar kantor agen tersebut, menyampaikan bahwa banner informasi PT. SBL juga beberapa hari ini tidak terpasang semestinya.
“Sejak dua harian kayaknya, banner tulisan PT.SBL itu sudah tidak terlihat lagi. Pemilik rumahya juga sepertinya sudah tidak ada. Katanya pergi keluar kota,” ujar Waluyo, tukang becak yang biasa mangkal di sekitar kantor agen PT. SBL itu.
“Kalau mobilnya ada, mestinya orangnya ada. Tetapi itu sudah lama tidak ada, dan kantornya tutup. Biasanya banyak orang datang ke kantor itu (PT.SBL) untuk mendaftar umroh,” tuturnya.
Perlu diketahui dari sejumlah pemberitaan di media, Polda Jawa Barat menetapkan pemilik PT SBL sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan dana umrah milik 12.845 calon jemaah umrah. (cw2)
0 komentar: