Lumajang, MotimNews. Honor guru ngaji di Lumajang mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Di 2017 honor untuk mereka Rp 100 ribu per bulan dari Pemerintah Kabupaten Lumajang. Sebelumnya honornya hanya Rp 80 ribu per bulan.
Honor yang mereka terima ini, digabung selama setahun dan dibayarka di akhir tahun. Serta ada potongan pajak yang dikenakan yakni sebesar 6 persen. Di Lumajuang, saat ini ada 3.150 orang guru ngaji yang terdata di Pemkab Lumajang.
Kenaikan honor ini sesuai dengan keputusan dari Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik, M.Ag. Tujuannya untuk lebih meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji yang telah mengeluarkan tenaga dan pikirannya.
Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Iskandar SP menyampaikan, jumlah guru ngaji di Lumajang akan diverifikasi. Hal ini agar jumlah yang ada benar-benar sesuai dengan yang ada di lapangan.
Caranya, setiap guru ngaji harus menyerahkan surat keterangan dari RT/WR dan kepala desa. Verifikasi dilakukan, karena sebelumnya juga ditemukan data ganda. Karena kesalahan ketik dan sebagainya.
“Bahkan ada NIK sama dan alamat sama,” ucapnya.
Kesalahan ini ada, kata Iskadar, karena data berasal dari masing-masing desa dan kelurahan. Pendataan dilakukan petugas yang ada di masing-masing desa/keluaraha yang mendata guru ngaji di wilayahnya. Kemudian laporan diterimanya.
Jumlah guru ngaji yang ada di Lumajang sebenarnya bisa lebih banyak dari yang terdata. Karena tidak semua bisa terakomodir melalui bantuas sosial (bansos) ini. “Kalau digalai bisa lebih banyak lagi,” ucapnya.
Sementara itu, penghal alquran atau hafidz dan hafidzah yang selama ini tergabung dengan data guru ngaji tersebut. Nantinya mereka akan dipisah datanya. Karena honor yang mereka terima berbeda. Yakni Rp 200 ribu per bulan.
“Agar data tidak tumpang tindih, tentu nanti yang bersangkutan harus memilih,” ucapnya. Iskandar menambahkan, hal ini dilakukan untuk menghargai kemampua para penghafal alquran. Selama ini mereka kebanyakan menjadi guru ngaji. (fit)
0 komentar: