Banyuwangi, MotimNews. Mayoritas petani padi di Dusun Krajan Desa Tegalharjo mengalami keresahan. Pasalnya sawah yang berada di Kecamatan Glenmore tersebut sudah hampir 1 tahun menjadi sasaran empuk bagi tikus. Tercatat sekitar 10 hektar sawah sampai saat ini masih menjadi bulan-bulanan dari hama tikus.
Bu Siri (52) salah satu petani, mengaku sudah pasrah dengan kejadian yang telah menimpanya selama 3 panen berturut-turut.
“Segala upaya sudah saya lakukan, tapi hasilnya malah semakin parah, sudah saya beri obat tikus tapi tikusnya malah menjadi-menjadi sampai padi saya rusak parah,” ungkap bu Siri.
Menurut bu Siri, hama tikus yang terjadi pada tahun ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu tidak seperti ini mas, meskipun ada tikus, tapi hasilnya masih lumayan, kalau sekarang itu bener-bener parah,” lanjut wanita paruh baya tersebut.
Menurut Maimunah (45) petani lainnya, sudah berbagai cara ditempuh untuk menyingkirkan tikus dari sarangnya. Tapi hasilnya masih nihil.
“Saya sudah membeli obat yang katanya bisa membasmi tikus, tapi hasilnya tidak terlihat sama sekali, malahan padi saya sampai tidak tersisa,” ujarnya.
Hama tikus yang telah membuat perekonomian petani terganggu ini juga menyita perhatian Moh Afid (42), kepala RT setempat. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas musibah yang dialami oleh petani yang sekaligus warganya.
“Saya juga bisa merasakan apa yang mereka rasakan, namun ini adalah cobaan, maka kita harus bisa bersabar dan menerima apa yang telah terjadi, Pemerintah harus segera turun tangan membantu petani,” ungkap Moh Afid. (cw1)
0 komentar: