Bondowoso, Motim
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso memperpanjang status siaga darurat bencana hingga 29 Februari 2018. Sebelumnya status siaga bencana di kota tape ini ditetapkan mulai 17 November hingga 31 Desember 2017.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan, BPBD Bondowoso, Winarto menjelaskan, alasan diperpanjangnya status ini karena pihaknya telah mendapat warning dari BMKG bahwa curah hujan ini masih akan tinggi hingga Februari 2018.
Selain itu, pihaknya juga mendapat surat edaran dari Kemendagri, bahwa pemangku kepentingan di daerah diharapkan memberikan peringatan dan payung hukum dalam menghadapi siaga bencana di daerah masing-masing. Sejauh ini, pihaknya terus menggencarkan himbauan kepada masyarakat melalui surat edaran bupati.
“Diperpanjang lagi dengan tembusan dari Bupati Bondowoso sampai dengan tanggal 29 Februari,” ujarnya saat dihubungi sejumlah wartawan.
Bondowoso menjadi salah satu kabupaten yang rawan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Yang terbaru, tanah longsor yang mengakibatkan dapur rumah warga di Desa Belindungan, ambruk.
Terkait hal itu, Winarto menjelaskan, bahwa longsor terjadi akibat hujan deras yang terjadi kemarin. Kondisi ini mengkhawatirkan, karena terdapat dua rumah warga yang hampir terdampak longsor.
Ia pun berharap agar tidak terjadi longsor susulan karena dua rumah warga itu bisa ambles. Mengingat lokasinya yang sangat mepet dengan sungai.
“Selanjutnya sudah kita rekomendasikan masyarakat untuk diungsikan atau jangan ditempati rumah tersebut. Kemudian langkah selanjutnya telah ditetapkan pernyataan tindakannya, karena wilayah sungai itu menjadi kewenangan Dinas pengairan Provinsi,” ujarnya.
Sebelumnya, pada November 2017 lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso memetakan ada enam desa yang masuk daerah sangat rawan banjir.
Enam desa yang dimaksud di antaranya, desa Grujugan, Ramban Kulon, dan Ramban wetan di Kecamatan Cermee. Kemudian ada Desa Selolembu di Kecamatan Curahdami, serta dua desa di Kecamatan Tegalampel yakni desa Kelabang Agung dan Tanggul Angin. (sug)

0 komentar: