![]() |
| Kades Kebaron, H. Mansur, saat menunjukkan lokasi perkebunan. |
Kepala Desa Kebaron Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berupaya mengembangkan desanya menjadi tujuan wisata Pemandian Kolam Renang dan wisata Agro petik buah.
Dia mengatakan, rencana menjadikan Desa Kebaron sebagai tujuan wisata petik buah, menyusul sejumlah potensi komoditas unggulan yang bisa dihasilkan dari lahan seluas 5 Hektar, dan memiliki lokasi yang strategis serta ditunjang dengan areal yang cukup memadai.
"Di areal perkebunan ini sudah menghasilkan buah jambu kristal tanpa biji. Lainnya akan kami tanami belimbing, sirsak jumbo, kelengkeng dan rencananya juga kami tanami buah Durian untuk dijadikan wisata Agro petik buah,"ujar Kepala Desa Kebaron H Mansur, kepada Memo Timur, Jumat (12/01) di lokasi perkebunan.
Kata dia, dari lahan seluas lima hektar tersebut, selain akan dijadikan Agro wisata petik buah, rencananya juga akan dibangun kolam budidaya ikan yang digunakan untuk wisata pemancingan dan pemandian kolam renang.
"Untuk yang sebelah sini rencanya akan dibuat budidaya ikan kolam pancing, trus sebelahnya itu akan kita jadikan pemandian kolam renang dan sebelah sana itu juga nantinya kita buatkan lokasi pelatihan outbond untuk edukasi anak-anak sekolah," kata dia.
Dari rencana pembangunan itu, kata dia, dibutuhkan anggaran dana yang cukup besar untuk menggarap lahan tersebut. Dia membuka peluang kepada pihak investor yang ingin bergabung bekerjasama mengembangkan usaha wisata Agro petik buah dan pemandian kolam renang.
"Kalau diambilkan dari anggaran APBDes ini tidak boleh, karena biayanya cukup besar. Ya kita buka kepada para investor untuk bergabung, nanti kita bikin surat perjanjian untuk pengelolaaan dan bagi hasilnya seperti apa, setelah itu hasilnya kita serahkan ke BUMDes kan bisa menjadi pemasukan untuk desa," jelasnya.
Lebih lanjut Kades Mansur mengungkapkan, dengan rencana dibangunnya pemandian dan wisata petik buah itu, akan menjadikan Desa Kebaron nantinya menjadi desa yang memiliki PAD yang cukup besar, serta menjadikan tinggalan untuk aset desa yang memiliki potensi wisata.
"Yang penting saya itu punya tinggalan ke desa, berupa aset yang punya potensi untuk wisata," pungkasnya. (bwo/jum)

0 komentar: