Diduga Terpeleset, Kakek Hapina Ditemukan Tewas di Sungai
Situbondo, Motim
Warga Desa Ketowan, Kecamatan Arjasa heboh dengan penemuan mayat laki-laki tua yang mengambang di sungai, Kamis (11/1). Selanjutnya untuk kepentingan penyelidikan, mayat yang diketahui bernama Hapina (80), warga Desa Curah Tatal, Kecamatan setempat oleh polisi dan tim medis langsung dilakukan pemeriksaan (Visum).
Mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh warga, sekitar pukul 07.00 pagi. Begitu melintas di jalan dekat sungai yang arusnya cukup deras, tiba-tiba melihat benda yang mirip kepala orang sedang mengambang di aliran sungai. Tahu begitu, dengan dibantu sejumlah warga lainnya langsung turun dan berusaha mendekati benda tersebut. Ternyata benar, setelah diangkat beramai-ramai, warga kaget saat mengetahui mayat seorang laki-laki yang sudah lanjut usia (Lansia).
Sontak penemuan mayat kakek Hapina tersebut membuat heboh dan langsung diinformasikan kepada Kepala desa Ketowan dan dilanjutkan ke aparat kepolisian sektor (Polsek) Arjasa. Begitu mendapat laporan, polisi dan tim identifikasi Polres Situbondo bersama tim medis Purkesmas mendatangi lokasi penemuan mayat dan langsung melakukan pemeriksaan.
Kapolsek Arjasa, AKP Supadi melalui Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo membenarkan adanya penemuan mayat bernama pak Hapina asal Desa Curah Tatal. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan tim identifikas polres, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan yang terdapat pada tubuh korban.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan identifikasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga korban meninggal karena terpeleset saat hendak buang air besar atau mandi dan hanyut terbawa arus sungai hingga ke Desa Ketowan. Jasadnya sudah dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan,” katanya.
Keterangan Memo Timur menyebutkan, sebelum ditemukan tewas mengambang di sungai, sekitar subuh keluarganya masih sempat melihatnya, namun tak lama kemudian korban yang sudah pikun itu sudah menghilang, hingga keluarganya melakukan pencarian ke rumah tetangga, bahkan ke sekitar sungai yang biasa didatangi oleh korban.
Namun pencarian yang dilakukan itu tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dengan kondisi mengambang di sungai Desa Ketowan, sekitar tiga Kilometer dari rumahnya di Desa Curah Tatal
“Waktu Subuh korban masih ada dan kelihatan berjalan-jalan. Tak lama kemudian tahu-tahu sudah menghilang dan mendapat informasi sudah ditemukan meninggal di sungai. Usianya memang tua dan sudah pikun,” kata salah satu keluarganya. (gik)

0 komentar: