Baznas Lumajang Belajar Pengelolaan ZIS ke Sragen
Lumajang, Motim
Guna menjadikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang lebih tertib administrasi, lebih maju dan professional, di awal tahun 2018 pimpinan Baznas melakukan kegiatan study banding ke Kabupaten Sragen dan Kabupaten Jogjakarta selama 2 hari.
Kepala Baznas Lumajang Drs. H. Afandi Latif Asnawi, MH kepada sejumlah media Kamis (11/1) menyampaikan, di Kabupaten Sragen Jawa Tengah, banyak ilmu yang didapat oleh Baznas Lumajang, diantaranya terkait dengan perolehan pengumpulan dana Zakat Infaq dan Shodaqoh (Zis), baik di masyarakat secara umum maupun di tataran birokrasi pemerintah.
Meski perolehan pengumpulan dana ZIS Baznas Lumajang sudah tembus di angka Rp 4,6 miliar, hal itu belum seberapa jika dibandingkan dengan Baznas Kabupaten Sragen. Kelebihan lain yang terdapat di Baznas di Sragen, semua kegiatannya sudah menggunakan data online.
Artinya, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sragen, telah terhubung dan tersambung dengan data Baznas. Baznas Kabupaten Sragen juga telah memperoleh Zakat Ward Nasional (ZWN).
“Ilmu yang kami dapat dari Sragen akan kami terapkan di Lumajang. Minimal tahun 2018 ini Baznas Lumajang lebih maju, syukur jika lebih maju dari Baznas Sragen Mas,”ungkapnya.
Baznas Kabupaten Jogjakarta lebih hebat lagi. Saking majunya dari semua bidang hingga memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut selama 6 tahun terakhir ini. ”Kami juga banyak menimba ilmu di Baznas Jogjakarta. Mudah-mudahan kedepan bisa seperti Baznas Lumajang bisa mengejar prestasi Baznas Jogjakarta,”ungkapnya lagi.
Disinggung bagaimana dengan target perolehan pengumpulan dana ZIS dengan tegas ketua Baznas Lumajang menyampaikan Tahun 2016 Baznas punya target 5 miliar. Tapi, pada akhir tahun perolehan ZIS hanya Rp 4,5 miliar.
Pada Tahun 2017 target perolehan ZIS tetap pada angka Rp 5 miliar. Tapi, perolehan pada akhir tahun 2017 Baznas Lumajang hanya bisa mengumpulkan Rp 4,6 miliar. Hal ini dikarenakan banyaknya PNS yang purna tugas juga SMA dan SMK diambil alih pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Target Baznas Lumajang di Tahun 2018 bisa memperoleh dana ZIS Rp 5 miliar. Berbagai terobosan kami lakukan guna meningkatkan perolehan dana Zis. Kami bersama pimpinan yang lain optimis bisa,” pungkasnya. (cho)

0 komentar: