Kamis, 19 April 2018

Enam Titik Longsor di Keduwungatas Butuh Bantuan

SHARE
Pasuruan, MotimNews. Berkurangnya intensitas hujan di wilayah Pasuruan saat ini menyisakan permasalahan baru, yakni banyak tepian jalan yang mengalami longsor. Hingga menjelang musim kemarau ini belum ada perbaikan dari Pemkab Pasuruan.

Seperti halnya yang terjadi di jalan kabupaten, tepatnya jalan penghubung Pusung Malang dengan Keduwungatas. 

Rahmad (35), warga Keduwungatas mengeluhkan kondisi tepian jalan yang terjadi longsor.
"Sangat membahayakan pengguna jalan, saya setiap hari melewati jalan tersebut saja sangat khawatir. Kan sering juga pengguna jalan terperosok," ucap Rahmat yang setiap harinya sebagai pengangkut sayuran.

Kades Keduwung Puspo, Uripane membenarkan adanya longsoran tepi jalan di wilayahnya. Dikatakannya, bahwa ada 6 (enam) titik longsoran tepi jalan kabupaten yang ada di desanya yang sangat membahayakan.

"Longsoran itu terjadi sejak awal musim hujan tahun kemarin, kasihan warga. Kan ini merupakan satu-satunya jalan untuk mengangkut hasil pertanian. Tak jarang para pengangkut sayur terperosok," ungkap Uripane pada Motim.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruanmelalui kepala bidangnya, Abdul Bahri mengaku OPD terkait belum menerima laporan.

"Maaf kami belum memerima laporan dari pihak desa (Keduwung)," jawab Abdul Bahri pada Motim. Selain itu  pihaknya meminta meminta kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah kawasan rawan bencana untuk mewaspadai terjadinya gerakan tanah longsor yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Gerakan tanah longsor merupakan perpindahan material pembentuk lereng, berupa batuan, timbunan tanah atau material campuran yang bergerak kearah bawah dan keluar lereng. beberapa faktor yang mengontrol terjadinya gerakan tanah antara lain kelerengan maupun morfologi, kondisi geologi, kondisi hidrologi lereng, perubahan tata guna lahan maupun kegagalan konstruksi. 

“Pemicu terjadinya gerakan tanah longsor umumnya curah hujan yang tinggi, gempa bumi dan aktivitas manusia,” tambahnya. (ko/sk)





SHARE

Author: verified_user

0 komentar: