Situbondo, MotimNews. Pelaksanaan program bantuan sosial beras sejahtera (Rastra) Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) tahun 2018, mulai disosialisasikan di aula lantai II Pemkab, Senin (19/2). Sosialisasi ini terbilang terlambat, lantaran ada banyak evaluasi yang harus diselesaikan dalam pelaksanaan program Rastra tersebut.
Hadir dalam acara sosialisasi, Bupati Dadang Wigiarto SH dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs Sugiyono.
Selain itu sosialisasi ini juga dihadiri Bagian Administrasi Perekonomian Ir Sentot Sugiyono, Wakil Kepala Divre Bulog Bondowoso, Prasetiyo, Intel Kejaksaan Negeri, Aditiya Okto Tohari, SH, dan Kasat Intel Polres Situbondo AKP Pujiarto SH.
"Dalam sosialisasi itu kami juga sepakat untuk menyalurkan beras sejak awal bulan Januari. Karena, hal ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan orang ekonomi lemah. Sedangkan sosialisasi baru dilakukan setelahnya di bulan Februari. Hal ini guna menampung sejumlah aspirasi yang ada," beber Sugiyono.
Sementara itu, Bupati Dadang Wigiarto menyampaikan, jika program tersebut harus dilaksanakan sebaik-baiknya, Pemkab akan melakukan pemantauan pembagian rastra di desa-desa.
"Kami akan tindak tegas Kepala Desa yang tidak melaksanakan program sosial ini dengan baik, itu hak masyarakat dan harus dibagikan kepada yang berhak," ujar Bupati dua periode ini.
Masih menurut Dadang, masyarakat mampu juga diminta memiliki kesadaran tinggi, akan program itu. Sebab banyak masalah, masyarakat mampu juatru juga meminta pembagian rastra itu.
"Bagi masyarakat kami harap juga ikut mendukung program tersebut, jangan sampai yang bukan haknya kemudian juga ikut menerima," tutupnya.
Informasi lain yang diperoleh Memo Timur, dalam pelaksanaan program Pelaksanaan Program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra) dan BNPT, Situbondo menempati rangking dua terbesar, sebagai pemanfaat bantuan tersebut. (fin/adv)

0 komentar: