Senin, 05 Februari 2018

Didil Tewas Tergulung Arus Dam Kali Bader

SHARE
Sidoarjo, Motim. Dua belas hari lagi, remaja bernama Djiljian Sidqi Ruhul Baihaqi, warga Dusun Ketintang Desa Jimbaran Wonoayu Sidoarjo, akan berulang tahun yang ke 17. Namun nasib tidak bisa di tebak. Pemuda yang keseharian di panggil Didil itu, bersama temannya bernama Sidik Budi (17), warga Dusun Ketintang Desa Jimbaran Wetan Wonoayu Sidoarjo, Sabtu (3/2) siang sekitar pukul 12.15 Wib berenang dan terjun bebas di Dam Kali Bader yang berlokasi di Desa Jimbaran Wetan, dan saat itulah Didil hilang tergulung arus bawah kali Bader, dan sekitar kurang lebih 2 jam baru ditemukan.

Awal kejadian memilukan yang menimpa korban Didil tersebut, ketika dua sekawan sahabat karib itu naik ke atas Dam sungai yang memiliki ketinggian sekitar 5 meter. Niatnya adalah terjun bebas ke air. Mereka pun kompak meloncat bersama. Dua pemuda itu tertelan arus bawah sungai yang deras. Budi berhasil melawan arus sungai yang lebar 20 meter dan dipenuhi tumpukan eceng gondok. Budi bisa naik ke daratan. Namun, setelah Budi naik ke daratan, Didil tak kunjung muncul dari air. Budi bingung melihat temannya tidak terlihat.

Dia sempat mencoba memanggil Didil. Namun, panggilan itu tidak ada jawaban. Budi pun panik, dan kembali masuk ke dalam sungai. Dia berupaya mencari Didil. Namun, usaha itu tak membuahkan hasil. Meskipun sudah dicari, korban tidak kunjung muncul dari dalam air. 

Budi semakin panik, dan dia kembali ke daratan, untuk mengabarkan kejadian itu ke warga sekitar. Beberapa orang yang mendengar kabar tersebut bergegas ke arah sungai untuk melakukan pencarian. Warga pun menghubungi polisi, tak lama berselang anggota Polsek Wonoayu, tiba di lokasi turut membantu mencari.

 “Saya dan Didil sudah biasa berenang dan main terjun bebas dari atas Dam kali Bader ini,” kata Budi, dengan raut wajah sedih.

Upaya pencarian korban itu sempat terkendala keruhnya air Kali Bader dan tumpukan enceng gondok yang mencapai ketebalan kurang lebih 2 meter. Dan pencarian bisa membuahkan hasil sekitar pukul 14.50  Wib, setelah pintu air bawah dibuka, tubuh Didil muncul dari bawah tumpukan enceng gondok di sekitar pintu Dam. Dia sudah tidak sadarkan diri dan kemudian diangkat warga bersama-sama ke daratan. 

“Denyut nadi korban sudah tidak ada,” ujar Kanitreskrim Polsek Wonoayu Iptu Sigit Tri Tjahjono.

Petugas dan warga sempat memberikan pertolongan pertama dengan mengangkat kaki Didil, dengan posisi kepala di bawah, agar air yang tertelan, bisa keluar dari tubuh Didil dan nyawanya bisa terselamatkan. Beberapa orang juga memompa dada korban agar kembali bernafas. Namun, semua usaha itu sia-sia. Didil pun dilarikan ke Puskesmas Wonoayu yang lokasinya tidak jauh dari kali Bader.

Kanitreskrim Polsek Wonoayu Iptu Sigit Tri Tjahjono mengatakan, peristiwa ini tidak ada unsur kesengajaan. Didil punya keinginan sendiri untuk berenang. Warga di sekitar Dam tidak melarang karena korban dan temannya bisa berenang dan sering kali terlihat melakukan hal yang sama sebelumnya. 
“Musibah yang tidak terduga,” kata Iptu Sigit. (ags/jum)



SHARE

Author: verified_user

0 komentar: