Kamis, 25 Januari 2018

Bupati: Kades Harus Kreatif Gali Potensi Desa

SHARE

Bondowoso, Motim
Bupati Bondowoso Drs. H. Amin Said Husni bersama rombongan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) wilayah kerja II, di Desa Besuk Kecamatan Klabang. Acara itu juga dihadiri semua Kepala Desa (Kades) dan perangkat, serta Camat di lima kecamatan.

Bupati Drs. H. Amin Sait Husni dalam Kunker kali ini mengajak kepala desa bekerja sama yang baik untuk lebih berpacu dalam meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Agar semua desa di lima Kecamatan saling berlomba atau berkompetisi menuju desa terbaik melalui potensi yang bisa diakses oleh desa.

“Saya selalu mendorong agar kepala desa betul-betul secara kreatif menggali potensi desa masing-masing,” ujarnya.

“Apabila desa yang lain menemukan potensi desa yang dapat digali dengan baik, agar berkoordinasi dengan Pemkab Bondowoso. Hal itu, supaya bisa dikembangkan secara bersama-sama. Baik nanti pengembangan melalui investor dan pemerintah akan memberikan kemudahan dan insentif guna memberikan semangat untuk menanamkan sahamnya di Kabupaten Bondowoso,” katanya.

Dia berharap agar Kades punya semangat yang tinggi untuk membangun desanya, mengingat dana desa (DD) dari tahun ketahun semakin meningkat. Pada tahun 2017 DD mencapai Rp. 197 miliar, dana yang cukup besar untuk mengelola potensi desanya masing-masing untuk memperbaiki perekonomian rakyat di desa.
Bentuk dana desa ada tiga komponen yaitu alokasi dasar sebesar Rp. 600 juta, dana yang dibagi rata untuk seluruh desa tanpa melihat berapa banyak jumlah penduduknya. Sedangkan alokasi formula yaitu sejumlah dana yang dikucurkan kedesa untuk membentuk komponen di desa dengan memperhitungkan beberapa aspek mulai jumlah penduduk, penduduk miskin dan luas wilayah.

Sehingga dana alokasi formula masing-masing desa berbeda jumlah yang diterima. Untuk alokasi afirmasi merupakan dana desa yang diberikan kepada desa yang dianggap desa tertinggal dan angka penduduk miskinnya tinggi.

“DD tahun 2018 yang paling besar untuk desa Solor sebesar Rp. 1,5 miliar yang tentunya disesuaikan denga kondisi desanya. Saya minta kepada Kades segera membuat perencanaan serta konsep untuk mempersiapkan pengalokasian DD dengan sebaik-baiknya,” pintanya.

Lebih lanjut Bupati berharap pembangunan di desa sinkron, nyambung dengan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkab Bondowoso. Bupati berharap tidak terjadi pemborosan pada DD dan tetap bersinergi agar efektif dalam penggunaannya.

“Sedangkan DD yang masuk ke desa pada tahun 2018 dari APBD Kabupaten sebesar Rp. 98,6557 juta, DD dari APBN sebesar Rp. 197,149 juta dan DD dari APBD Provinsi Jatim sebesar Rp. 6,850 juta,” tambahnya.

Dia juga berpamit dalam Kunker yang terakhir kali ini agar para Kades dipergantian kepemimpinan nanti tidak kendor. Sebaliknya semakin semangat. Karena pemantapan pondasi pembangunan supaya dipemerintahan yang baru bisa semakin baik.

“Ini adalah tahun transisi, dimana saya tahun terakhir menjabat dan akan digantikan pemimpin yang baru yang akan dipilih pada 27 Juni 2018. Saya minta berpartisipasi aktif dalam pilkada ini agar kita semua mendapat memastikan tahapan pilkada berjalan dengan baik,” katanya.

Bupati Amin berharap pengganti kepemimpinannya lebih enerjik. Dia mengibaratkan dengan mobil, agar mobil yang baru nanti lebih kencang.

“Jangan sampai ganti sopir nanti malah lebih lambat dari saya. Karena saat ini kita berkompotisi dengan daerah lain dan saling kejar-kejaran dengan daerah lain. Maka ini membutuhkan sopir yang tangguh dan perpengalaman,” urainya.

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten saat ini menunjukkan tren sangat bagus. Pada tahun 2016 4,97 persen naik mencapai 5,02 persen. Dengan inflasi tahun 2016 4,29 persen dan tahun 2017 menjadi 4,24 persen.
“Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bondowoso tiap tahun terus meningkat, tahun 2016 sebesar 64,52 ditahun 2017 naik sebesar 65,24. Saya berharap kedepan harus lebih meningkat lagi melibatkan partisipasi stakeholder,” harapnya.

Bupati juga mengatakan, proritas pembangunan di Pemkab Bondowoso berdasarkan pemerataan pelayanan kesehatan, aksebilitas perumahan dan lingkungan serta meningkatkan perlindungan sosial bagi masyarakat.

Melalui pengembangan ekonomi lokal melalui prokduktivitas ketahanan pangan, pengelolaan wisata, produksi perikanan dan daya saing produk daerah serta pelestarian lingkungan hidup. Kendati demikian, pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi potensi unggulan. (cw3)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: