Kamis, 19 April 2018

Dua Tahun Lumpuh, Purnomo Ingin Bantuan Pengobatan

SHARE
Jember, MotimNews. Tiga tahun menderita lumpuh, Purnomo (54) warga Dusun Kapitan, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, ingin mendapatkan bantuan pengobatan. Saat ini, untuk untuk biaya berobat saja Purnomo sudah tidak lagi memiliki biaya.

Pria paruh baya ini tinggal di sebuah rumah terbuat dari bambu. Tempatnya cukup jauh dari pemukiman warga sekitar, kurang lebih 50 meteran.

“Bagaimana mau berobat mas, sedang yang kerja saat ini hanya istri saya. Bekerja serabutan dan berpenghasilan pas-pasan,” kata Purnomo saat ditemui di rumahnya, Kamis (19/4).

Awalnya dirinya mengalami keseleo tiga tahun sebelumnya, saat musim semangka sekitar tahun 2015. Setelah beberapa hari kemudian, kedua kaki tidak bisa berjalan. 

“Sebelum tidak bisa jalan, dulu sempat membengkak. Setelah saya bawa jalan kok tidak bisa. Kaki diluruskan juga tidak bisa, ditekuk juga tidak bisa. Setelah itu saya pijatkan kaki ini, tetapi masih belum maksimal hasilnya,” terangnya.

Dulunya sempat dia berjalan dengan menggunakan tongkat, tetapi lama-lama tangannya tidak kuat untuk menahan tubuhnya.

 “Kalau memakai tongkat tidak bisa, jatuh saya mas. Apabila saya mau ke teras depan, harus berjalan ngesot atau dengan posisi duduk dan saya tarik dengan tangan,” ungkap Purnomo.

Dulu dia bekerja sebagai pembajak sawah, dengan traktor satu-satunya yang dia miliki. Namun karena sudah tidak bisa bekerja, terpaksa mesin traktor satu-satunya yang dimiliki tidak beroperasi. 
“Saya dulu pekerjaan bajak sawah dengan traktor, setelah tiga tahun lamanya saya tidak bisa bekerja lagi. Untuk sekarang ini yang kerja istri saya,” tutur Purnomo.

Pria yang tinggal berdua dengan istri di rumah yang kurang layak itu, sangat menginginkan pengobatan di rumah sakit. Namun karena tidak memiliki biaya, terpaksa hanya bisa pasrah. 
“Ingin saya berobat mas, dan karena penghasilan istri hanya bisa di buat makan, dapat dari mana biayanya,”ungkap Purnomo.

Untuk sementara dia hanya berobat apabila sudah merasa sakit, dan terkadaang bila susah tidur. 
“Tadi saya berobat, karena merasa sakit dan semalam tidak bisa tidur. Apabila ada kursi roda mungkin agak mendingan, jalan ke depan tidak perlu ngesot,” jelasnya.

Dirinya jika ada perhatian dari pihak pemerintah ingin berobat ke rumah sakit.

“Semoga saja mas, ada pengobatan dari pemerintah tentang sakit yang saya alami. Kasihan melihat istri yang bekerja sendirian,” harap Purnomo.(sg) 

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: