Jember, MotimNews. Seorang pemulung asal Jenggawah menemukan mortir peninggalan Belanda yang diduga masih aktif di Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kamis sore (22/2).
Sementara itu di hari yang sama, seorang petani cabe asal Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo juga menemukan sebuah granat tangan peninggalan perang di pekarangan rumahnya.
Dari temuan dua jenis peledak tersebut, Polres Jember segera berkoordinasi dengan Tim Jihandak Datasemen Gegana Brimob Polda Jatim. Untuk selanjutnya dua jenis peledak itu diamankan agar tidak membahayakan masyarakat.
Ditemui sejumlah wartawan di Mapolres Jember, Kabag Ops Polres Jember Kompol Mukhamad Lutfi menyampaikan, temuan dua jenis peledak itu berawal dari laporan warga, dan selanjutnya diamankan di polsek terdekat.
“Untuk penemuan mortir, awalnya didapatkan oleh seorang pemulung yang berprofesi sebagai tukang loak, yang menggali tanah di Desa Rambigundam. Setelah itu dibawa ke Jenggawah untuk dijual. Karena dari bentuknya mencurigakan dan mirip mortir, selanjutnya dibawa ke Polsek Jenggawah,” ujar Lutfi, Jumat pagi (23/2).
Kemudian kata Lutfi, diketahui bahwa benda logam tersebut adalah mortir. Selanjutnya Polres Jember menghubungi Tim Jihandak Datasemen Gegana Brimob Polda Jatim untuk mengamankan jenis peledak itu.
“Terkait penanganan bahan peledak adalah domainnya Brimob, maka kita memanggil Tim Jibom (Jihandak) dari Bondowoso, untuk menangani,” ucapnya.
Sementara untuk penemuan granat tangan, diketahui didapatkan dari salah seorang warga petani cabe asal Kecamatan Ledokombo. “Yang menemukan Pak Suli petani cabe. Jadi saat itu, bermaksud untuk menanam cabe di pekarangan lahan sawahnya. Saat mencangkul tanah, alat cangkulnya mengenai benda keras yang setelah diangkat, diketahui satu granat tangan dari peninggalan perang,” jelasnya.
Sehingga tindakan yang sama juga dilakukan dengan mengubungi Tim Jihandak, dan granat tangan tersebut sudah diamankan di Polsek Ledokombo. Diketahui dua jenis peledak itu, kata Lutfi, selama pelatuknya belum dicabut, indikasinya masih aktif.
“Terkait peledakan nantinya teman-teman Brimob yang mengetahui mekanismenya. Tetapi diketahui dua peledak itu masih ada pelatuknya,” katanya.
Lebih jauh Lutfi menyampaikan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat, jika menemukan bahan peledak peninggalan perang, agar langsung melapor ke aparat kepolisian terdekat. Sebab meskipun sudah bertahun-tahun terpendam atau terkubur dalam tanah, bisa saja bahan peledak tersebut masih aktif dan berbahaya. (cw2)

0 komentar: