Kamis, 15 Februari 2018

Dewan Sidak Persiapan Pilkades e-Voting

SHARE

Sidoarjo, MotimNews. Komisi A DPRD Sidoarjo melakukan sidak persiapan pilkades ke desa yang menggunakan e-voting. Kali ini desa yang mendapat kunjungan sidak tersebut adalah Desa Bligo, Kecamatan Candi Sidoarjo. Desa Bligo merupakan salah satu desa yang menjadi percontohan dari 24 desa di kecamatan Candi untuk pelaksanaan pilkadesnya menggunakan e-voting.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, H Matali mengatakan, persiapan pilkades yang menggunakan E voting di Desa Bligo tergolong sudah sempurna dari desa yang lain. Percobaan praktek simulasi pemilihan yang menggunakan e-voting, sudah diperagakan di tiap-tiap RT dan RW dan merata di sosialisasikan oleh Pemerintah Desa.

"Kegiatan simulasi ini menunjukan kepada Komisi A, bahwa praktek simulasi pilkades dengan menggunakan e-voting ini, sudah dilaksanakan beberapa tahap, dari RT sudah, dari RW pun juga sudah disosialisasikan merata," katanya, Rabu (14/02), seusai memperagakan simulasi e-voting, di pendopo balai desa Bligo.

Menurut dia, untuk antisipasi banyaknya jumlah pemilih, pihak pemerintah desa diharapkan untuk mempersiapkan dan antisipasi alat e-voting pada pelaksanaan pilkades yang akan datang. Penambahan alat merupakan faktor penunjang yang juga perlu diperhitungkan dengan jumlah pemilih yang mencapai ribuan.

"Persiapan terutama ya alat, supaya diantisipasi dan ditambah karena jumlah pemilih yang mencapai empat ribu lebih," kata dia.

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, Dra Hj Ainun Jariyah menambahkan, penggunaan e-voting dalam pelaksanaan pilkades yang akan datang, dilihat dari pelaksanaan simulasinya sangat mendukung. Menurut dia, dengan menggunakan E voting, bisa untuk mengantisipasi dan meminimalisir angkah kecurangan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung dalam pelaksanaan pilkades.

"Kalau saya melihat, kan semua desa tidak sama. Dengan alat ini, untuk arah kecurangannya itu sangat jauh," kata dia.

Meski begitu, lanjut Ainun, untuk penggunaan alat e-voting, kepada pemerintah desa disarankan untuk menyewa alat. Lantaran menurut dia, anggaran untuk pengadaan alat E voting tersebut lebih mahal dua kali lipat dengan anggaran pemilihan dengan sistem pemilihan cara manual.

"Kalau saran saya ya menyewa saja, hampir semua yang kami temui di Sedati, Gedangan semuanya menyewa. tapi kalau sudah terlanjur beli ya gak papa, hanya saja yang terpenting persiapannya harus lebih dimatangkan. Karena kami temui di beberapa desa itu ternyata banyak yang masih belum siap," tandasnya.

Sementara itu, Amina (62) salah satu warga Desa Bligo seteleh mencoba simulasi praktek pilkades dengan e-voting mengaku, pemilihan dengan menggunakan e-voting lebih mudah dengan pemilihan dengan cara yang manual. Bahkan terkesan lebih cepat dan simpel.

"Pemilihan dengan cara e-voting ini, kalau dilihat melalui simulasi prakteknya, caranya lebih mudah dan simpel," ungkapnya. (bwo/jum)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: