Jumat, 23 Februari 2018

Perajin Piring Lidi Tembus 50 Buah Sehari

SHARE
Banyuwangi, MotimNews. Sejak 20 tahun terahir kerajinan piring yang terbuat dari bahan dasar lidi ini ditekuni Mustopiah (45). Warga Dusun Cempokosari Desa Sarimulyo Kecamatan Cluring, meneruskan usaha mertuanya. Dalam mengemas kerajinannya, Mustopiah dibantu suami dan dua saudaranya. 

Penuh ketelatenan, perajin ini menganyam lidi tersebut untuk dijadikan sesuatu yang memilki nilai jual guna kebutuhan hidup kesehariannya.

Saat ditemui kediamannya, Mastopiah didampingi Kepala Desa Sarimulyo Didik Eko Andriyanto ini memaparkan, jika dalam sehari ia mampu memproduksi kerajinan lidi itu sebanyak 50 buah piring. Proses pembuatannya membutuhkan kehati-hatian lantaran bahan baku kerajinnya itu terbuat dari lidi yang mudah patah. 
“Prosesnya seperti ini mas, dianyam menyerupai piring,” jelasnya.

Untuk bahan baku kerajinan itu menurutnya didapat dari wilayah Kecamatan Licin, lidi-lidi yang sudah diikat itu selanjutnya dianyam. Untuk mencari bahan bakunya tidaklah sulit, karena bahan baku pembuatan kerajinan ini mudah didapat.
”Bahan baku ini tidak sulit karena hampir di semua daerah ada,” paparnya.

Setelah jadi, piring-piring lidi ini selanjutnya dibeli oleh pengepul, hasil karyanya itu mudah dicari di pasar- pasar daerah di Banyuwangi. 
“Kita cuman produksi saja. Kalau sudah jadi dibeli beberapa pengepul. Terkait harganya sangat ekonomis,” jelasnya.

Selain piringan lidi, perajin ini juga mampu memproduksi bakul (tempat nasi) bokor dan lengser. Namun untuk memproduksi kerajinannya itu selain piringan lidi, ia menunggu pemesanan. 
“Yang setiap hari saya produksi piringan lidi. Jika ada yang memesan bokor, bakul dan lengser saya produksi,” urainya.

Omset yang didapat disetiap bulannya menurutnya sangat lumayan untuk menambah penghasilan. Dalam sebulan sekitar 360 piring lidi ludes terjual dengan harga yang cukup murah. “Alhamdulillah hasilnya lumayan mas,” pungkasnya. (yud)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: