Pasuruan, MotimNews. HIV di Kabupaten Pasuruan meningkat drastis, pada tahun 2016 lalu masih menduduki peringkat 9,
namun pada tahun 2018 ini
menjadi peringkat 5 se-Jawa Timur.
Penderita yang tercatat positif terjangkit penyakit HIV,
kebanyakan diderita oleh pekerja seks komersial (PSK) atau pasangan sesama
jenis. Hal tersebut disampaikan dr Darmi Sapto Kurniawati.
dr Darmi
menunjukkan prosentase penderita yang terjangkit HIV sangat banyak dan
meningkat hingga 50 persen dari tahun sebelumnya.
"Peningkatan sangat banyak mencapai 50 persen dari
tahun sebelumnya, di tahun 2016 mencapai 700 penderita dan di tahun 2017
mencapai 1.300 penderita, sedangkan di tahun 2018 sampai bulan Februari ini ada
sejumlah 21 orang yang konsultasi dan teridentifikasi positif HIV," terang
dr Darmi kepada Motim.
Terkait peningkatan penderita HIV Kabupaten Pasuruan yang menduduki peringkat 5 se Jawa Timur,
pemerintah melaksanakan pengobatan gratis dengan memberikan obat khusus. Saat
ini kalau dibeli secara pribadi sangat mahal hingga mencapai 1,3jt rupiah
per-obat.
Pemerintah juga menyebar
obat khusus untuk penderita HIV tersebut kepada Puskesmas di setiap daerah,
sehingga penderita tidak perlu datang atau periksa ke RSUD kalau memang
berniatan untuk mengobatinya.
Pengobatan yang dilakukan oleh penderita HIV tidak hanya cukup dilakukan 1 atau
2 kali, melainkan harus secara rutin selama seumur hidup, dikarenakan penyakit
HIV tersebut hanya bisa ditidurkan sementara jika rutin berobat dan akan
memakan organ-organ didalam tubuh jika terus dibiarkan dan tidak rutin konsultasi atau berobat.
Harapan RSUD Bangil untuk mengantisipasi bertambah banyaknya
penderita HIV di Kabupaten Pasuruan adalah penderita diharapkan tidak malu untuk
berkonsultasi atau berobat guna untuk menolong dirinya sendiri bahkan kerabat
terdekat supaya terhindar dari penyakit mematikan tersebut. (dim/sk/adv)

0 komentar: